Polsek Sawah Besar Bongkar Kebohongan Anggota PPSU Karang Cerita Jadi Korban Begal

Anggota PPSU Karang Cerita Jadi Korban Begal. (Ist)

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA : Kelakukan Anggota Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) tak patut dicontoh. RPA (28) mengarang cerita seolah-olah menjadi korban begal. 

Semua itu dilakukan karena takut takut ketahuan sang istri uang Tunjangan Hari Raya (THR) telah ludes karena dipakai untuk bermain judi, 

Cerita fiktif RPA viral di media sosial dan menguggah rasa iba orang-orang disekitar termasuk Kapolsek Sawah Besar, Kompol Maulana Mukarom. Bahkan, Mukarom menyempatkan diri untuk bertemu dengan RPA sembari memberikan sedikit santunan.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Maulana Mukarom mengatakan, pihaknya telah mengusut dugaan pembegalaan yang dialami RPA sesuai LP yang diterima Polsek Sawah Besar. Adapun Laporan Polisi tedaftar dengan : LP/25/K/IV/2022/Sek SB, tanggal 27 April 2022.

Hasil penyelidikan berhasil mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi.

“Kami melakukan penyelidikan dan melakukan olah TKP serta melakukan interogasi terhadap saksi-saksi yang ada di sekitar TKP,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (29/4/2022).

Mukarom menerangkan, RPA tidak pernah dibegal. Uang THR itu justru dipergunakan RPA untuk bermain judi online.

“Bahwa Uang THR milik RPA bukan hilang karena dibegal melaikan RPA menggunakan uang THR tersebut untuk bermain judi online,” terang dia.

Adapun alasan RPA menutupi dengan membuat cerita bohong karena khawatir mendapat omelan dari istri.

“RPA takut kepada istrinya yang nantinya akan marahi jika mengetahui uang THR habis untuk bermain judi slot,” ujar dia.

Sementara itu, nominal uang yang disampaikan RPA dengan penyelidikan Polsek Sawah Besar juga berbeda.

Mukarom menerangkan, RPA menarik uang di mesin ATM Bank DKI di kantor Kecamatan Sawah Besar sebesar Rp 200.000 pada Rabu 27 April 2022 sekitar pukul 05.12 WIB. 

“Tidak sesuai dengan keterangan korban yang menerangkan bahwa melakukan penarikan uang sebesar Rp 4.400.000,” ujar dia.

Gegara membuat laporan palsu itu pun kini RPA harus berurusan dengan Polsek Sawah Besar. 

Sebelummya, RPA membuat Laporan Polisi (LP) di Polsek Sawah Besar. Dia mengaku jadi korban kawanan begal saat bekerja di  Jalan Mangga Besar Raya Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat pada Rabu, 27 April 2022 pukul 05.20 WIB.

Saat itu, RPA mengaku kepada polisi, uangnya Rp 4,4 juta ludes dirampas para pelaku yang menurut ceritanya berjumlah 10 orang.

“Menurut keterangan korban uang sebesar Rp. 4.400.000 THR sebagai petugas PPSU Kel. Mangga Dua Selatan, yang di ambil di ATM Bank DKI yang berada di kantor Kecamatan Sawah Besar, dan uang tersebut akan di gunakan untuk persiapan kebutuhan lebaran idulfitri,” ujar dia.(Nugroho)