Kejati DKI Jakarta Resmi Pindah Kantor ke Eks Gedung IM2 

Kantor baru Kejati DKI Jakarta di Gedung Wisma Mandiri II Jalan MH. Thamrin No. 5, Jakarta Pusat. (Ahi)

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati)  DKI Jakarta secara resmi  pindah kantor, di Gedung (bekas) IM2, Jalan Kebagusan Raya No.36, Pasar Minggu,  Jakarta Selatan, Kamis (28/4).

Perpindahan ini tercatat yang kedua, setelah pertama,  Jumat (9/4/2021) ke Gedung Wisma Mandiri II,Jalan MH. Thamrin No. 5, Jakarta Pusat. 

Pindahan kantor Jajaran Adhyaksa ini menyusul rehabilitasi Kantor Kejati DKI, Jalan HR. Rasuna Said,  Jakarta Selatan, mulai 2021.

Kasipenkum Ashari Syam mengatakan kebijakan memindahkan sementara pelayanan perkantoran Kejati DKI semata alasan efisiensi dibandingkan berkantor di tempat yang lama. 

Selain alasan biaya operasional kantor lebih hemat, juga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bekerja bagi pegawai Kejati DKI. 

Mengingat instansi/lembaga yang berkantor di Gedung Wisma Mandiri II bukan hanya pegawai Kejati DKI Jakarta saja melainkan juga karyawan PT. Bank Mandiri.

“Pertimbangan keamanan dan kenyamanan bekerja bagi pegawai, dianggap penting, mengingat Kejati DKI Jakarta selama ini intens berkomunikasi, dan koordinasi dengan lembaga/instansi lainnya, utamanya terhadap lembaga penegak hukum, ” katanya, Sabtu (30/4).

BARANG BUKTI

Ashari menjelaskan Gedung IM2 merupakan bekas kantor PT. Indosat Mega Media (IM2) yang menjalankan bisnis jasa dan produk berbasis internet dan multimedia. 

Gedung tersebut merupakan barang bukti yang telah disita eksekusi oleh Jaksa pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

“Sita eksekusi ini untuk memenuhi pembayaran uang pengganti dalam perkara korupsi frekuensi dengan terpidana mantan Direktur Utama IM2,” pungkasnya.  

Seperti diketahui, Eks. Mantan Dirut PT
IM2 Indar Atmanto dipidana 8 tahun dan (IM2) diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp1,3 triliun. 

Namun,  sampai kini nilai aset milik IM2 yang disita belum mencukupi sehingga tidak menutup kemungkinan Aset PT. Indosat (induk perusahaan IM2) bakal disita eksekusi. (ahi