Polda Sumut Tembak Pelempar Bus Sartika Tewaskan Seorang Pelajar

Kabid Humas, Kombes Pol Hadi Wahyudi menginterogasi tersangka didampingi Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum, Kompol Bayu Putra Samara, Senin (9/5/2022).(jos Tambunan)

PORTALKRIMINAL.ID -MEDAN: Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bekerjasama Satuan Reskrim Polres Batubara menembak kaki kanan eksekutor pelemparan bus lintas Medan – Batubara.

Sedangkan otak pelaku, E Sianipar (30), warga Desa Siparepare, Air Putih, Kabupaten Batubara ditangkap tanpa perlawanan tak jauh dari kediamannya. Tersangka eksekutor BFS (28), warga Sei Suka, Kabupaten Batubara ditangkap di kota Pematangsiantar.

“Tersangka eksekutor terpaksa diberi tindakan tegas terukur (tembak) di bagian kakinya karena melakukan perlawanan ketika ditangkap,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Hadi Wahyudi dan Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum, Kompol Bayu Putra Samara, Senin (9/5/2022).

Diungkapkannya, aksi pelemparan pada 29 April 2022 itu mengakibatkan seorang penumpang bus Sartika yang duduk di belakang sopir meninggal dunia terkena bongkahan batu koral. Korbannya merupakan seorang pelajar.

Sakit Hati

Pelemparan itu dilakukan karena dendam dan sakit hati E Sianipar terhadap armada bus Sartika.

“Motifnya karena ES sakit hati kepada pemilik mobil,” ungkap Tatan.

Sakit hati itu didasari uang milik E Sianipar yang digunakan untuk perbaikan mobil tidak dikembalikan. Dia kemudian menyuruh BFS untuk melakukan pelemparan terhadap sasaran bus Sartika.

“Pelemparan itu bukan untuk gangguan keamanan, tapi karena dendam dan tidak menyasar orang,” tegas Tatan.

Dalam pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti uang, batu koral, sepeda motor dan mobil Sartika. Polisi menerapkan pasal berlapis, yakni Pasal, 355 ayat, 353, 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.(jos)