Lagi Eks. Direktur Bisnis dan Operasi I PT. Krakatau Engineering Diperiksa Kejaksaan Agung

Gedung Kejaksaan Agung (ahi)

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Lagi, Eks. Direktur Bisnis dan Operasi I PT. Krakatau Engineering (KE) Firjadi Putra diperiksa dalam perkara Proyek Pembangunan Blast Furnace milik PT. Krakafau Steel, 2011.

Namun begitu, status Firjadi hingga usai diperiksa, Rabu (21/5) di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung masih berstatus saksi dan belum dicegah ke luar negeri.

Pemeriksaan ini untuk kedua kali dilakukan, setelah beberapa waktu lalu diperiksa.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Dr. Ketut Sumedana mengatakan pemeriksaan FP dilakukan guna memperkuat pembuktian perkara tindak pidana korupsi tersebut.

“Semua dalam rangkaian membuat terang tindak pidana (lalu diikuti penetapan tersangka, Red),” katanya, Rabu (11/5).

Sehari sebelumnya, Kejagung memeriksa Ogi Rodinho selaku Direktur Logistik dan Pengembangan Usaha PT. KE, AMS (Eks. Direktur SDM dan Pengembangan Usaha PT KE).

Lalu, Imam Purwanto (Eks. Direktur SDM dan Pengembangan Usaha PT. KE) dan Widodo Setiadharmaji (Eks. Direktur Teknologi dan Pengembangan Usaha PT. KE).

NEGOSIASI

Ketut menjelaskan FP selain menjabat Direktur Bisnis dan Operasi I PT. KE Periode 12 Oktober 2010 – 2 Oktober 2017 juga Direktur Teknik dan Pengembangan merangkap Plt. Dirut PT KE Periode 2 Oktober – 29 Desember 2017.

“Pada  pelaksanaan pembangunan Proyek Blast Furnace Project pada PT. KS  melakukan negosiasi penandatanganan kontrak dengan beberapa subkontraktor dengan nilai kontrak antara Rp500 juta – Rp2 miliar,” ungkapnya.

Disamping itu, menurut Ketut, FP melakukan perikatan kontrak bridging loan (pinjaman lunak) untuk pembangunan BFC Project dengan Direktur Utama PT. KS (periode Oktober 2017).

Meski demikian, tidak dijelaskan lebih jauh apakah dalam mengemban tugas telah ditemukan perbuatan melawan hukum.

Dalam perkara yang diduga merugikan negara sekitar Rp5 triliun lebih dan layak disebut skandal, 4 Eks. Dirut PT. KS sudah diperiksa, Selasa (5/3).

Mereka terdiri,  Fawzar Bujang (Periode November 2007 – Juni 2012), Sukandar (Periode 2015 – Maret 2017) dan Irvan Kamal Hakim (Juni 2012 – 2015).

Serta, Mas Wigrantoro Roes Setijadi (2017 – 2018) yang diperiksa pada, Kamis (14/4).

Begitu juga dengan Para Mantan Dirut PT. KE, terdiri Imam Purwanto (Tahun 2011), Bambang Purnomo ( 2013), Wisnu Kuncoro (Dirut 2016) dan Lussy Adriaty Dede (2018), yang diperiksa, Senin (4/4).

Selain itu,   Rabu (6/4) diperiksa Syahrir Syah Pohan (Direktur Produksi PT. KS 2009- 2012) dan Dadang Danusiri (Direktur Pemasaran PT. KS 2015-2019).

TERLANTAR

Kasus berawal dibangunnya Pabrik Blast Furnace 2011 – 2019 untuk daya saing dan harga besi atau baja bisa ditekan lebih murah dengan menggunakan bahan bakar Batubara bukan Gas. 

Praktiknya, proyek yang dikerjakan Konsorsium MCC CERI dan PT. KE sesuai hasil lelang 31 Maret 2011 dan berbiaya Rp6, 921 triliun jauh dari harapan.

Bahkan,  sejak 19 Desember 2019 pengerjaan proyek dihentikan meski belum 100 % tuntas. Sementara pimpinan proyek sudah menyerahkan dana pengerjaan proyek Rp5, 351 triliun.

Selain itu, saat diuji coba operasi biaya produksi lebih besar dari harga baja di pasar dan pekerjaan sampai saat ini belum diserah-terimakan dengan kondisi tidak dapat beroperasi lagi. (ahi