Terkait Skandal Baja, Kejaksaan Agung Periksa Dirut PT. Jaya Arya Kemuning

Gedung Kejaksaan Agung. (Ahi)

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Direktur Utama PT. Jaya Arya Kemuning (JAK) Lina Supriyanti kembali diperiksa untuk ketiga kalinya, namun statusnya hingga kini masih sebagai saksi dalam Skandal Impor Baja atau Besi, 2016 – 2021.

Belum diketahui, penetapan tersangka tak kunjung ditetapkan meski skandal ini sudah disidik sejak 16 Maret sesuai Sprindik No: B- 15/ F.2/Fd.2/03 /2022. 

Selain itu, semua pihak terkait baik dari Kementerian Perdagangan (Kemdag), Kementerian Perindustrian (Kemprin), Ditjen Bea dan Cukai serta 6 Importir sudah diperiksa berulang.

“Bisa jadi karena perkara terkait lintas sektoral, namun demikian saya yakin penetapan tersangka hanya soal waktu,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Selasa (17/5).

Dia mencontohkan Perkara CPO dan Turunannya, dimana MAKI juga memasok data hanya butuh dua bulan lebih sudah menetapkan tersangka.

“Beri mereka waktu untuk bekerja,” pinta Boyamin.

Dirut PT. AYK diperiksa terakhir, Rabu (27/4). Pemeriksaan pertama di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Rabu (6/4).

BELUM DICEGAH

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengatakan status LS adalah saksi dalam Perkara Impor Baja atau Besi, Baja Paduan dan Produk Turunannya.

“LS diperiksa guna memperkuat proses pembuktian (lalu diikuti penetapan tersangka, Red),” jelasnya, Selasa (17/5).

Dalam keterangannya,tidak diterangkan alasan LS diperiksa berulang, tapi tidak juga dicegah ke luar negeri seperti lima importir dan para pejabat lintas sektor (institusi).

Perusahaan yang dipimpin Lina adalah satu dari dua Importir yang belum digeledah. Satu Importir lain, yakni  PT. Duta Sari Sejahtera (DSS).

Sedangkan,  Kantor PT. Intisumber Bajasakti, PT Bangun Era Sejahtera dan PT. Perwira Adhitama Sejati digeledah bersamaan dengan tindakan serupa pada ruang kerja Direktorat Impor dan ruang kerja Pusat Data dan Sistem Informasi, Setjen, Kemdag, Senin (21/3).

Sementara Kantor PT. Prasasti Metal Utama digeledah berbarengan dengan Kantor Kemprin, Rabu (30/3). 

SUDAH SEMUA?

Selain Lina, para Importir lain yang telah diperiksa terdiri, AH  (Direktur PT. Prasasti Metal Utama) dan HT (Mantan Direktur PT. Duta Sari Sejati), Kamis (12/5).

Lalu, Rabu (27/4) ikut diperiksa WT (Direktur PT. Duta Sari Sejahtera), G (Dirut  PT. Bangun Era Sejahtera) dan  AH (Direktur PT. Prasasti Metal Utama).

Sebelumnya, telah diperiksa Dirut PT. Intisumber Bajasakti (IB)  ETL, Selasa  (12/4) dan terakhir Selasa (19/4) dan TS (Dirut PT. Perwira Adhitama Sejahtera), Rabu (30/3).

Sementara dari kalangan pemerintah, yakni Direktur Impor,  Ditjen Daglu (Perdagangan Luar Negeri),  Kemdag
Moga Simatupang, Senin (21/3).

Kemudian, Sekretaris Direktur Impor,  Ditjen Daglu  Hira Nur Syahadah, Rabu (13/4),  Mohammad Ardiansyah (Analis Perdagangan pada Direktorat Impor) bahkan sudah dua kali diperiksa,  Senin (21/3) dan Rabu (13/4).

Serta,  Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Ditjen Bea dan Cukai Nirwala Dwi Heryanto, Rabu (23/3) dan Untung Basuki (Direktur Fasilitas Kepabeanan dan R. Fadjar Donny Tjahjadi (Direktur Teknis Kepabeanan),   Selasa (22/3).

Jajaran Kemprin), mulai MH (Sub Koordinator Pemberdayaan Industri) dan RAW (Koordinator Industri Logam), pada Direktorat Industri Logam, Ditjen Ilmate, Selasa (26/4).

Serta, Senin (18/4) diperiksa Budi Santoso Direktur Industri Logam Periode 2021-2022,  Ditjen Ilmate). (ahi)