Kejaksaan Agung Tetapkan Lin CHe Wei Tersangka Baru Mafia Migor

Lin CHe Wei Tersangka Baru Mafia Migor. (Ahi)

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Lagi, (Swasta yang diperbantukan di)  Jajaran Kementerian Perdagangan (Kemdag) dijadikan tersangka perkara Mafia Minyak Goreng (Migor).

Pejabat dimaksud, adalah Lin Che Wei alias Weibinanto Halimdjati selaku Penasehat Kebijakan/Analisa pada Independent Research & Advisory Indonesia.

Sementara itu nasib Menteri Perdagangan M. Lutfi dalam perkara ini masih menjadi tanda tanya. Sampai kini, belum ada agenda pemeriksaannya?

Meski, sampai kini belum ditemukan indikasi dugaaan keterlibatan dalam perkara Mafia Migor, yang menarik perhatian publik paska didera kelangkaan dan mahalnya Migor.

Lin Che Wei mengingatkan kepada Pebulutangkis kondang asal Malaysia awal 2000-an, menyusul Dirjen Daglu (Perdagangan Luar Negeri) Indrasari Wisnu Wardhana (IWW) yang telah menjadi tersangka sejak, Selasa (19/4).

Istimewanya perkara Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya pada bulan Januari 2021 –  Maret 2022 alias Mafia Migor diumumkan langsung oleh Jaksa Agung ST. Burhanuddin, di Menara Kartika Adhyaksa, Kejaksaan Agung, Selasa (17/5).

Jaksa Agung didampingi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Dr. Febrie Adriansyah dan Direktur Penyidikan Dr. Supardi.

Tersangka  memilih bungkam beberapa saat akan dibawa ke Rutan Salemba, Jakarta Pusat guna ditahan.

Selain Dirjen Daglu dan Lin Che Wei, ada tiga tersangka lain yang telah ditetapkan sejak, Selasa (19/4).

Mereka, terdiri Stanley MA (Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Group, Master Parulian Tumanggor ( Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia) dan Picare Togar Sitanggang (General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas).

Jajaran Kemdag, khususnya Direktorat Impor juga saat ini sedang was-was terkait penyidikan perkara Impor Baja atau Besi, mengingat sejumlah petingginya telah dan akan kembali diperiksa, di Gedung Bundar, Kejagung.

MENGKONDISIKAN

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengatakan peran tersangka baru dalam perkara ini, yakni  bersama-sama dengan tersangka IWW  mengkondisikan pemberian izin Persetujuan Ekspor (PE) di beberapa perusahaan. 

Namun, dalam keterangannya secara terpisah, Selasa (17/5) tidak dijelaskan pengondisian tersebut lantaran ada suap, tekanan atau lainnya.

Ketut hanya mengatakan perbuatan tersangka melanggar Pasal 2 jo. Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No:  31 /1999 seperti diubah dan ditambah dengan UU No: 20/2001 tentang Tipikor.

Serta, dijerat pula Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sesuai ketentuan perundangan, tersangka terancam hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara. (ahi)