TNI AL Ringkus Penyelundup Benih Lobster Senilai Rp3 Miliar

Tersangka Penyelundup Benih Lobster baju oranye/posisi duduk. (Ist)

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA : Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) dan tim pengamanan Lanudal Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan benih Lobster senilai Rp3 miliar. Pengungkapan kasus tersebut menindaklanjuti informasi dari pengamatan serta pendalaman dari intelijen TNI AL.

Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo, mengatakan pelaku menyelundupkan benih bening lobster (BBL) sebanyak 30.911 ekor dengan potensi kerugian negara sekitar Rp3 Miliar.

Menurut Heru pengungkapan kasus tersebut hasil dari informasi intelijen. ”Yaitu terkait akan adanya pengiriman BBL yang berangkat dari Surabaya tujuan Singapura pada hari Kamis (12/5/2022) via Terminal 2 Bandara Internasional Juanda,” ujar Heru, kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Hingga akhirnya tim TNI AL menangkap tersangka berinisial “ST” beserta barang bukti 41 kantong BBL dalam tas ransel dan koper tanpa dokumen resmi.

Penangkapan sebelum tersangka terbang menggunakan maskapai Scoot Air TR263 tujuan Surabaya-Singapura.

Kegiatan pengiriman ilegal ini diduga melanggar pasal 102A Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pihaknya kemudian menyerahkan tersangka berikut barang bukti ke BKIPM Surabaya I untuk proses hukum lebih lanjut. Yaitu, sesuai prosedur yang berlaku oleh Bea Cukai Juanda terkait pelanggaran Undang-undang Kepabeanan.

”Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap kinerja petugas terkait penggagalan penyelundupan benih bening lobster tersebut. Dan juga memberikan peringatan bagi pihak-pihak yang masih ingin coba-coba melakukan tindakan pelanggaran di wilayah kami. Maka Lanudal Juanda bersama para petugas stake holder tidak segan-segan untuk melaksanakan penindakan,” tegas Heru.

Menurut Heru, kegiatan pengungkapan penyelundupan BBL ini merupakan hasil kerja sama yang baik dan wujud sinergitas komunitas Bandara Juanda dalam sebuah tim.

”Yaitu, terdiri dari Lanudal Juanda, Bea dan Cukai Juanda, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, BKIPM Surabaya I, PT Angkasa Pura I (Persero), serta Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya,” tegas Heru. (Dani)