BNNP Jatim Tembak Pengedar Ganja Jaringan Sumut

Dua pengedar ganja diamankan BNNP Jatim di kawasan Bandulan Malang. Dua pengedar tersebut antara lain berinisial HGA dan AH. (Die)

PORTALKRIMINAL.ID – SURABAYA: Dua pengedar ganja diamankan BNNP Jatim di kawasan Bandulan Malang. Dua pengedar tersebut antara lain berinisial HGA dan AH yang mana keduanya adalah warga Malang.

Kepala BNNP Jatim Mohammad Aris Purnomo, tersangka HGA ditangkap dan diamankan Petugas BNNP Jatim karena telah menerima paket berisikan narkotika jenis Ganja dimana tersangka mengetahui Paket berwarna coklat dengan packing kayu tersebut berisikan Narkotika jenis Ganja dari Sumut

“HGA ini sebelumnya sudah 5 kali menerima Paket Narkotika jenis Ganja dengan Barang Bukti berupa 1 (satu) Paket berwarna coklat berisikan Narkotika jenis Ganja sebanyak 15 bungkus dengan berat total 14 ribu lebih gram,” jelasnya di kantornya, kamis 19 Mei 2022.

Alumni akpol 88 ini mengatakan berdasarkan keterangan tersangka HGA selanjutnya ia serahkan kepada penerimanya yang bernama inisial AH.

“Dengan menggunakan Mobil Pick Up yang biasa digunakan, HGA mengangkut dan menyerahkan Paket Narkotika jenis Ganja,” jelasnya.

Saat dilakukan penangkapan, kata mantan Kapolres Bangkalan ini, tersangka AH berusaha melarikan diri.” Karena berusaha melarikan diri, anggota lalu memberikan tembakan peringatan dua kali. Namun, tak diindahkan oleh tersangka, hingga akhirnya dilakukan upaya terukur dengan menembak kakinya,” jelasnya.

Dari pengakuannya, sambung Aris, tersangka HGA mengaku kalau mendapatkan ganja tersebut dari atasannya bernama Sinyo (DPO) dan tersangka AH mengaku diminta atasanya bernama Pablo (DPO) untuk menerima ganja tersebut.

Sementara itu, dalam penangkapan keduanya diamankan barang bukti antara lain narkotika jenis ganja dengan total keseluruhan 16.963 (enam belas ribu Sembilan ratus enam puluh tiga) gram.

Sedangkan pasal yang dijeratkan untuk keduanya, penyidik menjeratnya dengan pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Th. 2009 tentang Narkotika dengan sanksi pidana maksimal 10 tahun penjara. (Yudhie)