Polres Jakbar Ringkus 2 Pengedar, Sita 11 Ribu Ekstasi dan 3 Kg Sabu

Polres Jakbar Sita 11 Ribu Ekstasi dan 3 Kg Sabu.(ist)

PORTALKRIMINAL.ID- JAKARTA: Timsus 3  Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, dalam satu hari berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba jenis pil ekstasi dan sabu. Barang haram senilai Rp 3 miliar disita dari dua residivis kasus narkotika di dua lokasi berbeda.

Penangkapan dipimpin Katimsus 3 AKP Supriyatin Pelawi, mengamankan tersangka I-I (36) dibekuk di daerah Petojo,  Jakarta Pusat, dan R-H als K (40) di Jembatan lima,  Tambora, Jakarta Barat. Barang bukti yang disita11.022 butir ekstasi dan 3.327,92 narkotika jenis sabu.

Kapolres Metro Jakarta Barat,  Kombes Pol Pasma Royce didampingi Kasat Narkoba AKBP Danang Setyo dan Wakasat Narkoba Kompol Arif Purnama Oktora,  mengatakan, kedua tersangka merupakan residivis kasus serupa.

Pasma Royce menjelaskan, 
pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat, bahwa ada peredaran gelap narkotika di wilayah Jakarta Barat,  dilakukan seseorang yang diketahui berinisial I-I.

“Setelah dilakukan penyelidikan personel kami berhasil membekuk tersangka tersebut di Jalan Pembangunan IV Dalam Petojo Utara, Jakarta Pusat,” kata kapolres saat press conference di Mapolres, Senin ( 23/5/2022) siang. Pelaku ditangkap Rabu (18/5/2022) dinihari lalu.

Kapolres menuturkan, tim saat itu menemukan barang bukti tiga paket plastik klip sedang dan kecil
berisikan narkotika jenis sabu dengan berat brutto 35,92 gram. “Untuk mengelabui petugas narkoba itu disimpan di belakang figura foto di ruang makan rumah tetsangka I-I,” jelas Pasma.

Tidak berhenti sampai disitu, kata kapolres, tim kembali melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan  tersangka R-H als K, pada hari yang sama di.daerah Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat.

Ketika penggeledahan di rumah R-H  ditemukan barang bukti tujuh plastik klip besar berisikan narkotika jenis sabu dengan berat total bruto 3.292 gram dan 43 plastik klip sedang berisikan narkotika jenis ekstasi berbagai jenis dengan jumlah total 11.022  butir.

Kapolres juga menyebutkan bahwa pelaku I-I seorang residivis yang pernah dihukum lima tahun karena kasus yang sama pada tahun 2015. Sedangkan R-H juga pernah dihukum dua tahun empat bulan sejak tahun 2018 lalu.”Mereka kembali berbisnis barang haram ini karena dianggap menguntungkan,” ujar kapolres lagi.

Pasma menambahkan dari hasil cek pemeriksaan barang bukti di laboratorium terhadap ekstasi dinyatakan positif mengandung
Amphetamin, dan untuk narkotika jenis sabu juga positif mengandung Methampetamin.

Kapolres meminta kerja sama kepada masyarakat untuk ikut memberantas peredaran gelap narkotika dan obat berbahaya (Narkoba). “Kampung kita harus bersih dari barang haram ini karena sangat berbahaya bagi generasi muda,” cetusnya. Dari pengungkapan itu jika dikalkulasikan dengan rupiah sebanyak 3 miiar rupiah berhasil digagalkan.

Atas perbuatan tersebut, para pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 (dua puluh) tahun penjara. (Warto)