Kejagung Tetapkan TB Jadi Tersangka Skandal Impor Baja, Oknum Pejabat Lainnya Kapan?

Gedung Kejaksaan Agung. (ist)

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Cari tersangka baru perkara Impor Baja, Kejaksaan Agung periksa Direktur PT. Globalindo Anugerah Jaya Abadi (GAJA).

Namun, sampai pemeriksaan selesai status FS masih sebagai saksi dan tidak dicegah ke luar negeri.

Pencarian tersangka baru dilakukan usai  TB, Pejabat Eselon IV Direktorat Impor, Ditjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu), Kementerian Perdagangan (Kemdag) ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (19/5). 

Perkara ini patut diduga melibatkan sejumlah oknum pejabat lintas kementerian dengan eselon lebih tinggi serta para importir baja. 

Karena kompleksitasnya juga perkara Impor Baja atau Besi, Baja Paduan dan Turunannya 2016 – 2021 pantas disebut Skandal Impor Baja.

“Tentu tidak mungkin perkara ini berhenti pada TB yang hanya Pejabat Eselon IV dan bukan pengambil keputusan,” kata Koordinator MAKI Boyamim Saiman, Kamis (25/5).

Selain itu, juga tidak mungkin hanya karena dugaan gratifikasi Rp50 juta yang diterima TB, impor baja dikabulkan. Patut diduga ada Aktornya yang lebih tinggi jabatannya.

“Saya yakin akan disusul para tersangka baru. Entah, Pejabat Eselon II dan atau Importir, ” tandasnya seraya menyarankan guna memberi kesempatan tim penyidik untuk bekerja, Rabu (25/5).

SUJEL

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana menjelaskan FS diperiksa terkait impor besi atau baja dengan menggunakan surat penjelasan (Sujel).

“Pemeriksaan dilakukan dalam kapasitas sebagai saksi,” tukasnya, Selasa (24/5) malam.

Sujel seperti disampaikan Ketut, Selasa (22/3) adalah Surat Penjelasan atau Pengecualiajln Perijinan (tanpa PJ dan LS).

Surat ini diterbitkan oleh Direktur Impor,  Ditjen Daglu, Kemdag) atas dasar permohonan dari importir yang mengaku sudah menjalin kerjasama dengan 4 BUMN.

Namun, pengakuan 6 Importir Baja dibantah 4 BUMN, yang terdiri PT. Waskita Karya, PT. Wijaya Karya, PT. Nindya Karya dan  PT. Pertamina Gas (Pertagas).

JAJARAN KEMDAG

Secara terpisah, turut diperiksa SR alias L  (Staf Pelaksana/Sekretaris Direktur Impor 1991 s/d 2019) dan HNS (Honorer Sekretaris Direktur Impor pada Ditjen Daglu, Kemdag).

Mereka diperiksa terkait alur surat masuk dan keluar di Direktorat Impor, Ditjen Daglu, Kemdag.

Bersama mereka, juga diperiksa AS (Honorer di Bagian TU untuk membantu pengurusan pencairan keuangan Direktorat Impor) diperiksa terkait alur surat menyurat dan penomoran surat di Direktorat Impor.

Terakhir, E (Staf Tata Usaha untuk mengelola anggaran keuangan di Direktorat Impor) diperiksa terkait Skandal Impor.

Jauh sebelumnya, Senin (21/3) diperiksa Direktur Impor,  Ditjen Daglu,  Kemdag Moga Simatupang. Sekretaris Direktur Impor, Hira Nur Syahadah, Rabu (13/4) dan Mohammad Ardiansyah (Analis Perdagangan pada Direktorat Impor) bahkan sudah dua kali diperiksa,  Senin (21/3) dan Rabu (13/4).

Jajaran Ditjen Bea dan Cukai, terdiri Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa  Nirwala Dwi Heryanto, Rabu (23/3),  Untung Basuki (Direktur Fasilitas Kepabeanan) dan R. Fadjar Donny Tjahjadi (Direktur Teknis Kepabeanan),   Selasa (22/3).

Jajaran Kementerian Perindustrian (Kemprin), Budi Santoso (Direktur Industri Logam 2021- 2022, Ditjen Ilmate), Senin (18/4) dan jajarannya.

IMPORTIR

Sampai kini, penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang bukti pada 3 Kantor Importir dan Ruang Kerja Direktorat Impor serta Pusat Data dan Sistem Informasi, Kemdag dilakukan, Senin (21/3).

Juga langkah serupa terhadap Kantor Kemprin dan satu Kantor Importir, Rabu (30/3).

Dua lagi Kantor Importir, PT. Jaya Arya Kemuning dan PT. Duta Sari Sejahtera belum digeledah tanpa alasan sampai kini.

Empat Kantor Importir yang digeledah, yakni  PT. Intisumber Bajasakti, PT Bangun Era Sejahtera,  PT. Perwira Adhitama Sejati dan Kantor PT. Prasasti Metal Utama 

Kendati belum digeledah, Dirut PT. Arya Jaja Kemuning Lina Supriyanti sudah tiga kali diperiksa, Selasa (17/5), Rabu (27/4) dan Rabu (6/4). 

Disamping itu, Mantan Direktur PT. Duta Sari Sejahtera HT sudah diperiksa, Kamis (12/5). Setlrta, Rabu (27/4) terhadap WT (Direktur PT. Duta Sari Sejahtera).

Importir lain yang telah diperiksa, terdiri G (Dirut  PT. Bangun Era Sejahtera) dan  AH (Direktur PT. Prasasti Metal Utama), Rabu (27/4).

Lalu, Dirut PT. Intisumber Bajasakti (IB)  ETL, Selasa  (12/4) dan terakhir Selasa (19/4) dan TS (Dirut PT. Perwira Adhitama Sejahtera), Rabu (30/3). (ahi)