Tersangka Baru Impor Baja, Kapan Giliran Importir dan Oknum Pejabat?

Tersangka sesat akan dijebloskan ke Rutan Kejagung.(ist)

Manajer PT. ML Dijebloskan ke Bui
PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Hanya dalam waktu dua minggu, tersangka baru perkara Skandal Baja ditetapkan Kejaksaan Agung.

T inisialnya dalam kapasitas Manajer di PT. Merasati Logistik (ML) bahkan langsung dijebloskan ke Rutan Salemba Cabang Kejagung, Senin (30/5) petang.

“Yang bersangkutan dijadikan tersangka, karena sudah cukup alat bukti. Agar tidak melarikan diri, maka dilakukan penahanan, ” kata Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana, Senin (30/5) malam.

Sebelumnya, Kamis (19/5) TB, Pejabat Eselon IV Direktorat Impor, Ditjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu), Kementerian Perdagangan (Kemdag) ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, sejauh ini aktor intelektual dalam perkara yang tidak hanya merugikan keuangan, tapi juga perekonomian negara belum tersentuh.

Penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang bukti sudah dilakukan di 3 Kantor Importir, Ruang Kerja Direktorat Impor, Ditjen Daglu dan Ruang Kerja Pusat Data dan Sistem Informasi, Setjen Kemdag, Senin (21/3).

Serta, hal serupa dilakukan di Kemprin (Kementerian Perindustrian) dan Kantor Importir, PT. Prasasti Metal Utama, Rabu (30/3).

Tiga importir yang digeledah, Senin  (21/3) adalah PT. Intisumber Bajasakti, PT. Bangun Era Sejahtera dan PT. Perwira Adhitama Sejati.

Dua kantor importir yang belum digeledah, adalah PT. Duta Sari Sejahtera dan PT. Jaya Arya Kemuning (AYK).

Meski begitu, Dirut PT. AYK Lina Supriyanti sudah diperiksa dua kali, yakni Rabu (6/4) dan Rabu (27/4).

Juga, terhadap Direktur PT. Duta Sari Sejehtara inisial WT yang dilakukan, Rabu (27/4).

Dari Jajaran Pemerintah,  yakni Direktur Impor Moga Simatupang, Senin (21/3) dan Sekretaris Direktur Impor  Hira Nur Syahadah.

Serta,  Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Ditjen Bea dan Cukai Nirwala Dwi Heryanto, Rabu (23/3) dan Untung Basuki (Direktur Fasilitas Kepabeanan dan R. Fadjar Donny Tjahjadi (Direktur Teknis Kepabeanan),   Selasa (22/3).

Jajaran Kementerian Perindustrian,  Senin (18/4) diperiksa  Budi Santoso (Direktur Industri Logam Periode 2021-2022,  Ditjen Ilmate). 

PERMUFAKATAN JAHAT

Ketut menjelaskan peran tersangka dalam perkara Impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya 2016- 2021 adalah bekerjasama dengan BHL guna mempengaruhi Pejabag Kemdag (TB) agar Impor Baja diijinkan.

Hanya dalam keterangannya, tidak dijelaskan siapa BHL dan kapasitasnya sebagai apa ?

TB, sudah dijadikan tersangka, Kamis (19/5). Jabatan Kasubag Tata Usaha pada Direktorat Impor.

Cara yang dilakukan BHL, adalah dengan menyiapkan uang (Rp50 juta, Red) lalu diserahkan kepada T, untuk kemudian diberikan kepada TB.

“Uang itu guna memperlancar pengurusan pembuatan Surat Penjelasan (Sujel) di Direktorat Impor, Ditjen Daglu, Kemdag,” tutur Ketut.

Tersangka T kebagian tugas  melakukan pemalsuan surat penjelasan (Sujel) di Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Setelah rampung, masih kata Ketut diberikan kepada BHL untuk dipergunakan oleh BHL melakukan importasi besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya.

“Tersangka T adalah orang yang berperan aktif melakukan pendekatan dan pengurusan surat penjelasan melalui Tersangka TB di Direktorat Impor,” akhirinya.

Namun demikian, sampai kini belum terjawab orang yang memerintahkan T dan BHL melakukan perbuatan tersebut?

“Ini menjadi tantangan bagi Kejagung untuk membongkar hingga ke aktor intelektualnya,” tukas Koordinator MAKI Boyamin Saiman secara terpisah.

Akibat perbuatannnya T dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman hukuman seumur hidup dan atau paling lama 20 tahun penjara. (ahi)