Viral Calon Bintara Gagal Seleksi, Ini Penjelasan Polda Metro Jaya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan. (Ist)

PORTALKRIMINAL ID – JAKARTA: Beredar viral yang berisi pengakuan seseorang yang pernah mendaftar sebagai calon siswa Bintara di media sosial, pada Senin (30/5/2022). Video itu, disampaikan oleh seseorang yang pernah mendaftar sebagai calon siswa Bintara atas nama FH.

FF mendaftar pada tahun anggaran 2021 dan dalam video viral tersebut yang bersangkutan merasa sudah lulus terpilih dengan peringkat 35 dari 1.200 orang. Namun, akhirnya gagal serta digantikan oleh orang lain.

“Atas nama FF (21 tahun), pernah mendaftar di Polda Metro Jaya dengan nomor peserta 031125-P 0431 asal pengiriman Polres Metro Jakarta Timur,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Senin (30/5/2022).

Menurut Zulpan, yang bersangkutan sudah mendaftar sebagai calon siswa Bintara di Polda Metro Jaya sebanyak 3 kali sejak tahun 2019 dengan rincian sebagai berikut:

Pada 2019 yang bersangkutan dalam mengikuti calon Bintara dinyatakan tidak memenuhi syarat atau TMS pada tahap pemeriksaan kesehatan dengan diagnosa buta warna parsial.

Pada 2020 yang bersangkutan juga mengikuti tes, kemudian juga gagal dinyatakan tidak memenuhi syarat dengan diagnosa buta warna parsial.

Pada 2021 yang bersangkutan dengan nomor peserta 031125-P 0431 atas nama FF telah dinyatakan lulus mengikuti pendidikan gelombang 1 Tahun Anggaran 2022.

Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa setelah itu berdasarkan surat dari Mabes Polri sebelum para peserta ini menjalani kependidikan, ada kegiatan supervisi yang dilakukan terhadap peserta yang telah dinyatakan lulus. Lantas, supervisi yang dipimpin oleh ketua tim AKBP Nganti Irawan menemukan yang bersangkutan dengan temuan buta warna parsial.

“Atas dasar temuan tersebut Polda Metro Jaya melakukan tindak lanjut dari temuan supervisi tersebut, untuk melakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan kesehatan ditempat yang terakreditasi dan disaksikan oleh Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kabid Propam Polda Metro Jaya internal dan sekretariat dari biro SDM Polda Metro Jaya,” ucap Zulpan.

Sehingga pada hari Selasa tanggal 25 Januari 2022 Polda Metro Jaya dalam hal ini panitia dari biro SDM, Biddokkes dan pengawas internal dari Propam beserta orang tua atau wali yang bersangkutan melaksanakan pendalaman hasil temuan supervisi tersebut yang dilakukan di rumah sakit Polri R.S Sukamto.

“Adapun hasil pemeriksaan dan pendalaman yang dipimpin dan diketuai oleh Dr Susan selaku dokter spesialis mata dan hasilnya adalah tetap dinyatakan yang bersangkutan buta warna parsial, inilah yang membuat yang bersangkutan tidak dapat mengikuti pendidikan,” papar Zulpan.

Sementara syarat mutlak untuk menjadi anggota Polri adalah harus tidak buta warna dari sisi kesehatan. Zulpan meminta masyarakat untuk memahami dampaknya akan sangat berbahaya sekali bagi yang bersangkutan dan juga bagi masyarakat, apabila ada anggota Polri yang memiliki kelainan kesehatan dalam hal ini buta warna parsial bila bertugas di lapangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya mencontohkan, bila yang bersangkutan mengatur arus lalu lintas tidak bisa membedakan melihat cara benar perbedaan lampu merah, kuning dan hijau dalam mengatur lalu lintas.

Maka, ini bisa berdampak kepada keselamatan yang bersangkutan dan juga keselamatan masyarakat di jalan raya dan banyak hal lain juga yang bisa ditimbulkan dan ini adalah syarat mutlak.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Didiet Setioboedi menjelaskan jika kemungkinan FF pada tes ini bisa lolos. Karena yang bersangkutan bisa saja menghapal terkait warna-warna yang ada.

“Bisa lolos kenapa? Kemungkinan terbesar yang bersangkutan belajar tentang buta warna, dia menghapal,” kata Didiet.

Menurut Didiet, kemungkinan itu bisa saja terjadi melihat banyaknya buku soal kesehatan yang menyangkut warna dimana hal tersebut memungkinkan untuk dia pelajari.

“Sehingga dia bisa belajar letak-letaknya dan melakukan pemeriksaan mendalam sekali baru ketahuan. Kemungkinan dia belajar dan menghafal di buku ini karena dari tahun ke tahun pakai buku ini,” tutur Didiet Setioboedi. (Amin)