Lagi Direksi PT. KE Diperiksa, Tersangka Krakatau Steel Belum Juga Ditetapkan

Logo Krakatau Steel

Eksekutif Bank Mandiri Ikut Diperiksa
PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Kejaksaan Agung memeriksa Dirut PT. Krakatau Engineering (KE) ASS guna mencari tersangka perkara Proyek Pembangunan Blast Furnace (BF) milik PT. Krakatau Steel (KS), 2011.

Namun hingga usai diperiksa bersama Direktur Keuangan PT. KE Periode 1999 – 2010 ABS, tersangka tak juga ditetapkan dan juga belum seorang pun dicegah bepergian ke luar negeri.

Perkara yang disidik sejak, Rabu (16/3) menjadi satu-satunya perkara belum berujung penetapan tersangka dibanding perkara Impor Baja, Minyak Goreng dan Penggadaan Pesawat Garuda yang disidik hampir berbarengan waktunya.

Inisial ASS merujuk kepada Ahmad Hafidz Saubari yang kini menjabat Dirut PT. KE ?

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana menjelaskan pemeriksaan ASS terkait penyidikan perkara proyek pembangunan pabrik BF, 2011.

Sementara ABS diperiksa terkait pembahasan perencanaan pembangunan proyek BF.

“Semua dilakukan guna membuat terang tindak pidana (kemudian, menetapkan tersangka, Red),” katanya, Senin (30/5) malam.

Dalam keterangannya tidak dijelaskan alasan lambannya penetapan tersangka, sementara hampir seluruh Jajaran Direksi dan Mantan Direksi PT. KE dan PT. KS sudah diperiksa?

BANK MANDIRI

Secara terpisah, Kejagung juga memeriksa MASI (Departement Head Cement and Steel Departement Bank Mandiri).

Ketut menerangkan pemeriksaan terkait jabatannya. Dimana saat itu, Bank Mandiri bertindak selaku Kreditur dan Agen Jaminan dari Debitur an. PT. KS  atas Commercial Facility (Tranche A).

Sesuai kesepakatan,  jumlah maksimal pinjaman pokok kepada Bank Sindikasi (Mandiri, BNI dan BRI) sebesar Rp2, 275 triliun. Porsi Bank Mandiri sebesar Rp 910 Miliar. 

“Pada saat MASI  menjabat nilai pinjaman sudah dicairkan sebesar Rp 751 Miliar dan tidak ada pencairan lagi hingga hari ini.”

Hal tersebut bisa terjadi, karena PT. KS mengajukan restrukturisasi yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Addendum dan Pernyataan Kembali. 
Sejak penandatangan restruk, masih kata Ketut PT. KS dapat memenuhi pembayaran kewajibannya (bunga dan pokok) yang sebelumnya sempat dilakukan penundaan pembayaran.

Selain itu, ikut diperiksa DY (Group Head Corporate Banking II pada Bank Mandiri), diperiksa terkait pengelolaan akun nasabah pembayaran kredit sejak tahun 2016-2018.

KRAKATAU STEEL

Sampai, Rabu (25/5) nyaris semua Direksi dan Pensiunan PT. KS diperiksa. Pada hari itu, diperiksa Dadang Danusiri (Direktur Pemasaran Periode 2015 -2016), Yerry (Direktur Periode 2012 -2015) dan Tambok P. Setyawati S (Direktur Keuangan Periode 2016-2018).

Bagi Dadang Danusiri, pemeriksaan ini untuk kedua kali setelah yang pertama, Rabu (6/4), baik dalam kapasitas 

Direktur SDM & Umum PT. KS ( 26 Juli 2012 – 27 April 2015),  Direktur Pemasaran PT. KS  ( 27 April 2015 – 25 April 2017) dan  sebagai Komut PT. KE ( 10 Juni 2015 – 25 Oktober 2017).

Juga telah diperiksa 4 Mantan Dirut PT. KS, Selasa (5/3),  terdiri Fawzar Bujang (November 2007 – Juni 2012), Sukandar (Periode 2015 – Maret 2017) dan Irvan Kamal Hakim (Juni 2012 – 2015).

Mereka bertiga terakhir diperiksa, Selasa (19/4).

Sermentara, Mas Wigrantoro Roes Setijadi (2017 – 2018) diperiksa Kamis (14/4). Lalu, Rabu (6/4) diperiksa Syahrir Syah Pohan (Direktur Produksi PT. KS 2009- 2012).

Sedangkan Jajaran Direksi dan Mantan Direksi PT. KE yang telah diperiksa Rabu (11/5) Direktur Bisnis dan Operasi I Firjadi Putra 

Selasa (10/5), terdiri   Ogi Rodinho (Direktur Logistik & Pengembangan Usaha), AMS (Eks. Direktur SDM dan Pengembangan Usaha), Imam Purwanto (Eks. Direktur SDM dan Pengembangan Usaha) dan Widodo Setiadharmaji (Eks. Direktur Teknologi dan Pengembangan Usaha).

Terakhir,  para Mantan Dirut PT. KE, terdiri Imam Purwanto (Tahun 2011), Bambang Purnomo ( 2013), Wisnu Kuncoro (Dirut 2016) dan Lussy Adriaty Dede (2018), yang diperiksa, Senin (4/4). (ahi)