Kejagung Ungkap Praktik Dugaan Korupsi Pada PT. Waskita Beton Precast

Duet Febrie-Supardi Terus  Bekarya
PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Kejaksaan Agung ungkap praktik dugaan tindak pidana korupsi pada PT. Waskita Beton Precast (BUMN) yang terjadi pada 2016- 2020.

Temuan ini makin menunjukan geliat Jajaran Pidsus (Gedung Bundar) dibawah kepemimpinan Dr. Febrie Adriansyah (Jampidsus) dan Dr. Supardi (Direktur Penyidikan).

Sekaligus memperlihatkan seakan duet Febrie-Supardi memiliki tenaga ekstra. Terus bekerja dan bekarya demi Kejaksaan, khususnya Indonesia Lebih Baik.

Sebelum ini, mereka membongkar kasus penggadaan pesawat Garuda, kasus Asuransi Jiwa Taspen, Skandal Impor Baja dan Skandal Migor.

Hanya tertinggal satu perkara, yakni proyek pembangunan Blast Furnace 2011 pada PT. Krakatau Steel yang  belum melahirkan tersangka, sejak disidik 16 Maret lalu.

Surat Perintah Penyidikan Perkara Anak Usaha PT. Waskita Karya ini bernomor: Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda  Print-24/F.2/Fd.2/05/2022 tanggal 17 Mei 2022. 

Perkara ini terkait dugaan Penyimpangan dan atau Penyelewengan dalam Penggunaan Dana PT. Waskita Beton (WBP) Precast pada tahun 2016 -2020.

SATU TRILIUN LEBIH

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana menjelaskan tim penyidik menduga 
dalam pelaksanaan penggunaan dana oleh PT. WBP  terdapat penyimpangan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Hal dimaksud, Proyek pembangunan Tol Kriyan Legundi Bunder dan Manyar (KLBM).

Lalu, pekerjaan untuk memproduksi Tetrapod dari PT. Semutama,  pengadaan batu split dengan penyedia PT. Misi Mulia Metrical (PT. MMM). 

Terakhir, pengadaan pasir oleh rekanan atas nama PT. Mitra Usaha Rakyat (PT. MUR).

Tim juga menemukan  permasalahan atas transaksi jual beli tanah Plant Bojanegara, Serang. 
“Dalam perkara ini, berdasarkan perhitungan sementara oleh Tim Jaksa Penyidik, mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar kurang lebih Rp1,2 triliun. 
PENGGELEDAHAN

Diungkapkan, sampai  Senin (30 /5) Tim Jaksa Penyidik telah memeriksa sebanyak 17  orang saksi.

Bahkan, secara diam-diam Tim Jaksa Penyidik juga telah menggeledah di 3  lokasi.

Lokasi tersebut, Kantor Pusat PT. WBP, Tbk (pada Rabu 18 Mei 2022),  Plant Karawang di Karawang ( Kamis 19 Mei 2022) dan Plant  Bojonegara di Serang (Kamis 19 Mei 2022).

“Dari hasil penggeledahan tersebut, Tim melakukan penyitaan berupa dokumen-dokumen, ” pungkasnya. (ahi)