Tony Spontana: Terwujud Saat Jaksa Jadi Aset Bernilai dan Berkualitas 

ASN Sebagai Aset Bangsa
PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Badiklat Kejaksaan terus mengembangkan kompetensi Jaksa hingga pencapaian (Milestone) ASN sebagai Aset Bangsa.

Pemikiran jernih dan bernas tersebut disampaikan Kepala Badiklat (Pendidikan dan Latihan) Kejaksaan Tony Tribagus Spontana dalam seminar, di Universitas Lampung.

“Badiklat Kejaksaan (kini) sedang berada di tahap milestone Membentuk Smart Prosecutor. Di masa datang, Badiklat Kejaksaan RI  beranjak ke tahap Milestone ASN Sebagai Aset Bangsa, ” katanya, Selasa (7/6).

Dalam seminar bertajuk “Profesi Jaksa dan Pengembangan SDM Kejaksaan Melalui Program Beasiswa Studi Lanjut di Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Lampung”,  Tony mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut perlu dibarengi persyaratan.

“Dalam artian, Jaksa harus dapat menjadi aset yang valuable (bernilai) dan berkualitas agar meningkatkan nilai jual (sebagai Jaksa), ” paparnya.

VISI DAN MISI

Mantan Perwakilan Kejaksaan di Hongkong ini mengatakan dalam konteks peningkatan kompetensi SDM Kejaksaan, Badiklat Kejaksaan  berperan sebagai lembaga pendidikan lembaga/ kementerian yang bersifat teknis. Badiklat Kejaksaan fokus dalam pengembangan wawasan tugas fungsi Jaksa dan kompetensi untuk mendidik serta melatih tentang manajerial dan kepemimpinan. 

“Dua hal konvensional yang menjadi eksistensi Badiklat Kejaksaan ialah pengembangan wawasan tugas fungsi Jaksa dan kompetensi untuk pelatihan dan pendidikan yang menyangkut manajerial dan leadership,” terang Tony yang juga Mantan Kapuspenkum ini.

Mengutip United Convention PBB di International Guidelines on The Rule of Prosecutor, dia menyebut hanya 2 syarat yang dibutuhkan bagi seorang Jaksa, yakni Kapabilitas) dan Integritas.

“Hal ini selaras dengan visi dan misi dan program prioritas Jaksa Agung, yaitu Institusi Kejaksaan Tidak Hanya Perlu Profesionalitas, Tetapi Harus Juga Berintegritas. “

Terakhir, Pejabat yang berpenampilan Klimis ini mengemukakan konsep penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di Badiklat Kejaksaan  selama 3  tahun terakhir.

Bentuknya,  memberikan kesempatan para Jaksa guna meningkatkan kompetensinya di luar Badiklat Kejaksaan melalui program kerja sama dengan perguruan tinggi.

Kriteria pemilihan Perguruan Tinggi  berdasarkan konsentrasi atau disiplin ilmu yang dibutuhkan oleh instansi. Perguruan Tinggi yang memiliki peminatan khusus dan sesuai dengan kebutuhan formasi jabatan di Kejaksaan akan dievaluasi untuk dilakukan program kerja sama

“Kita membutuhkan para Jaksa yang memiliki kualifikasi khusus sesuai dengan kebijakan penegakan hukum nasional. Kita ingin mencetak SDM Kejaksaan yang benar-benar memiliki kompetensi baik dalam skill, knowledge, and attitude, ” akhirinya.

Seminar hukum di Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Lampung, dilaksanakan secara offline yang diikuti oleh Kapus Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Dr. Yulianto, Kajati  Lampung Nanang Sigit Yulianto,  Plt. Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked. M.Kes., Dekan Fakultas Hukum Universitas Lampung Dr. M. Fakih, S.H., M.S. (ahi)