Buru Tersangka Migor Lain, Karo Umum dan Layanan Penggadan, Setjen, Kemdag Diperiksa

Nasib 5 Perusahaan Lain Menggantung ?
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Lagi, Pejabat Kementerian Perdagangan diperiksa perkara Skandal Minyak Goreng (Migor) guna menguak aktor intelektual dan atau tersangka lain.

Pejabat dimaksud, adalah Sugih Rahmansyah selaku Karo Umum dan Layanan Penggadaan, Setjen, Kemdag.

“Dia diperiksa guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara, ” kata Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana memberi alasan, Kamis (8/6) malam.

Tidak dijelaskan lebih lanjut, dugaan keterkaitan dengan Skandal Migor, yang belakangan mendapat pujian atas keberhasilan Jajaran Pidana Khusus membongkarnya dari Survei oleh Lembaga Indikator Politik Indonesia.

“Pemeriksaan ini terkait penyidikan Perkara Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya pada bulan Januari 2021- Maret 2022, ” ujarnya diplomatis.

Kantor Kemdag sendiri sempat digeledah bersama kediaman Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) yang sekaligus menjadi tersangka bersama 3 tersangka lain, 5 dan 7 April 2022.

Selain itu, dari 8 perusahaan swasta yang digeledah pada dua hari tersebut baru tiga yang dijadikan tersangka dan lima lainnya belum tersentuh ?

Tiga perusahaan dimaksud, adalah  PT. Musim Mas, Permata Hijau Group dan PT. Wilmar Nabati Indonesia.

Lima lain, yang  pengurusnya belum ditingkat statusnya, terdiri PT. Mikie Oleo Nabati Industri (Bekasi), PT. Incasi Raya (Padang) dan Sinergy Oil Nusantara (Batam),  PT. Karya Indah Alam Sejahtera (Surabaya) dan PT. Sinar Alam Permai (Palembang).

“Kita dukung langkah Kejaksaan Agung. Suka tidak suka,mau tidak mau Mendag juga harus diperiksa agar diketahui persis konstruksi perkara, ” kata Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hatapea, Minggu (5/6).

Sampai Selasa (19/4), baru lima orang tersangka yang ditetapkan, terdiri Stanley MA (Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Group dan Master Parulian Tumanggor ( Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia).

Serta, Picare Togar Sitanggang (General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas) dan Dirjen Daglu,  Kemdag Indrasari Wisnu Wardana. Terakhir, Lin  Che Wie (Peneliti yang diperbantukan di Kemdag).

TERUS DIBURU

Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah dan Direktur Penyidikan Dr. Supardi bersama Jajarannya terus memanggil dan memeriksa Jajaran Kemdag sebagai komitmen membongkar tuntas perkara, yang meresahkan publik, khususnya Emak -Emak.

Sehari sebelumnya, Rabu (8/6) diperiksa Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Kemdag Farid Amir, setelah sebelumnya diperiksa, Selasa (12/4).

Sementara untuk pejabat eselon satu sebanyak dua orang, yakni Dirjen Daglu Indrasari Wisnu Wardhana yang telah ditetapkan tersangka dan Oke Nurwan (Dirjen Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri), Senin (18/4).

Pemeriksaan ini belum termasuk Jajaran Kemdag lainnya, seperti  Isy Karim ( Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri), Senin (18/4).

Pada hari tersebut, turut diperiksa Arif Sulistyo (Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, Kemdag),  IW (Koordinator Bahan Kebutuhan Pokok  Hasil Industri, Direktorat Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

Perkara ini berawal keresahan publik atas langkanya Migor di tengah kesulitan warga didera Pandemi Covid-19. Bila ada harganya mencekik leher.

Belakangan, terungkap banyak Migor dieskpor ke Hongkong dengan dalih harganya tiga kali lipat dibanding harga di dalam negeri.

Bisa jadi, nafsu mencari keuntungan di luar negeri kewajiban menyediakan 20 persen untuk pasar dalam negeri terabaikan biasa disebut Domestic Market Obligation. Selain, ketentuan lain dilanggar. (ahi)