Tidak Ada Kerjasama dengan 6 Importir Baja, Adakah Oknum BUMN Mengatas Namakan?

Direktur PT. Petrogas Dicecar Skandal

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Teknik dan Operasi PT. Pertamina Gas (Petrogas) Rosa Permata Sari guna mencari tersangka baru Skandal Impor Baja.

Namun demikian, hingga selesai diperiksa bersama JP (Manager Matarial Management PT. Petrogas statusnya masih sebagai saksi.

“Statusnya sebagai saksi, ” kata Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana menjelaskan status RPS, yang mengemban jabatan, sejak  15 Maret 2022 seiring ditunjuknya Gamal Imam Santoso sebagai Dirut PT. Petrogas, Jumat (10/6) malam.

Gamal Imam Santoso menggantikan Wiko Mirgantoro sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Sirkuler, 21 Agustus 2018.

Ketut menerangkan matari pemeriksaan terkait tidak adanya kerjasama PT. Petrogas dengan PT. Intisumber Bajasakti (IB), salah satu dari Enam Importir Baja atau Besi, Baja Paduan dan Produk Turunan, 2016- 2021.

“Tidak adanya kerjasama dimaksud terkait Proyek Pembanguna Pipa Gas Bumi di Bekasi dan Semarang sebagaimana dijadikan dasar penerbitan Surat Penjelasan (Sujel), ” terangnya.

Materi serupa juga ditanyakan kepada IP oleh Tim Penyidik Impor Baja, di Gedung Bundar soal Pembangunan Pipa Gas Bumi di Bekasi dan Semarang.

Patut diduga praktik serupa dilakukan lima Importir lainnya dan atas perbuatan tersebut perusahaan sebagai Korporasi dijadikan tersangka korupsi dan pencucian uang.

Sebaliknya,  terhadap Jajaran Direksi 6 Perusahaan Importir sampai kini belum dipidanakan  ?

Padahal, Jajaran Direksi 6 Usaha Importir diperiksa berulang kali dan kantor mereka sudah digeledah, terkecuali Kantor PT. Jaya Arya Kemuning (JAK) dan PT. Duta Sari Sejahtera (DSS), tapi Direksi kedua perusahaan digenjot pemeriksaannya.

Empat perusahaan lain, yakni PT. IB, PT. Perwira Adhitama Sejahtera dan PT. Bangun Era Sejahgera digeledah, Senin (21/3) dan Kantor PT. Prasasti Metal Utama, Rabu (30/3))

Juga para oknum Pejabat Tinggi Lintas Kementerian belum disentuh, meski sejumlah Pejabat Eselon II Kementerian Perdangan (Kemdag), Kementerian Perindustrian (Kemprin) dan Ditjen Bea dan Cukai, Kementetian Keuangan (Kemkeu) sudah diperiksa berulang  dan Kantor Kemdag dan Kemprin digeledah ?

“Ini perkara menarik dan tentunya butuh kecermatan. Apalagi praktik Impor Baja Illegal berlangsung sejak 2016. Kita ikuti saja perkembangannya, ” ujar Koordinator MAKI Boyamin Saman, Sabtu (11/6).

Sampai kini, baru tiga tersangka ditetapkan, terdiri TB (Kasubag TU, Direktorat Impor, Ditjen Daglu, Kemdag), BHL (Owner PT. Merasati Group) dan T (Manajer PT. Merasati Logistik) dalam kapasitas Perusahaan Jasa Pengurusan Dokumen Impor. 

TANDA TANYA

Mengutip keterangan Boyamin, perkara ini menarik bukan sekadar belum disentuhnya Direksi 6 Perusahaan dan Oknum Petinggi dalam perkara penuh aroma suap alias gratifikasi.

Lebih dari itu, pertanyaan juga muncul bila benar PT. Petrogas dan 3 BUMN lain, yakni PT. Waskita Karya, PT. Wijaya Karya, PT. Nindya Karya tidak ada kerjasama alias dicatut namanya, mengapa ke-6 Importir tidak digugat ?

Atau bisa jadi sebaliknya, ada sejumlah oknum mengatas-namakan keempat BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ? tanya sejumlah wartawan dalam diskusi kecil di sudut Gedung Bundar, Kejagung belum lama ini.

“Ikuti saja penyidikannya, ” saran Boyamin.

Perkara ini, seperti keterangan Kapuspenkum, Selasa (22/3) soal Enam importir diduga menyalahgunakan 
Surat Penjelasan (Sujel) / pengecualian perijinan impor (tanpa PI & LS).

Sujel diterbitkan oleh Direktur Impor,  Ditjen Daglu), Kemdag)  atas dasar permohonan dari importir.

Alasannya,  untuk digunakan dalam rangka pengadaan material konstruksi proyek pembangunan jalan dan jembatan.

Dalihnya,  (sudah) ada perjanjian kerjasama dengan perusahaan BUMN diantaranya, PT. Waskita Karya, PT. Wijaya Karya, PT. Nindya Karya dan  PT. Pertamina Gas (Pertagas). (ahi)