Polres Serang Tangkap Pengedar Narkoba, Petugas Nyamar Beli Sabu

Tersangka (tengah)

PORTALKRIMINAL.ID-SERANG: Seorang pemuda pengangguran, MA (26) ditangkap di Kampung Ciajeng, Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang Polda Banten. Pengedar narkoba itu terkejut  mengetahui polisi menyamar sebagai pembeli.

Barang bukti sabu

Polisi yang menangkap pemuda warga  Kota Bandar Lampung itu, menyita barang bukti tiga paket sabu beserta timbangan elektronik. Untuk pengembangan, pengedar yang mengaku membeli sabu kepada seorang bandar asal Balaraja, Tangerang, masih diperiksa.

Kasat Resnarkoba Polres Sarang Iptu Michael K Tandayu menjelaskan. tersangka MA diamankan oleh tim opsnal yang menyamar sebagai pembeli di pinggir jalan di kecamatan kibin kabupaten Serang, pada Jumat (10/6/2022) sekitar pukul 11:00 WIB..

“Penangkapan terhadap pengedar sabu ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa MA dicurigai berbisnis melakukan narkoba di kontrakannya,” kata Michael ketika dikonfirmasi wartawan Minggu (12/6/2022) sore.

Atas informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba dipimpin Ipda Jonathan Sirait berpura-pura sebagai pengguna narkoba, Petugas menghubungi tersangka  menyamar sebagai pembeli. Setelah waktu dan tempat ditentukan, lalu tim bergerak ke lokasi yang ditentukan tersangka.

“Sewaktu bertemu dengan terduga pelaku, petugas yang menyamar menanyakan barang berupa sabu dan saat pelaku memperlihatkan sabu, pelaku lalu diamankan,” jelas Michael lagi.

Masih diterangkan Michael, pada waktu penggeledahan ditemukan 2 paket sabu lainnya dari saku celana dan satu handphone (HP) yang digunakan MA bertransaksi narkoba.

Sementara itu pengakuan MA, dirinya sudah dua kali belanja sabu dari bandar yang mengaku warga Balaraja,Tangerang. Tersangka berbisnis barang haram  tersebut karena sudah lama menganggur. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dia menjadi pengedar.

Atas perbuatannya, tersangka MA dijerat Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) UU.RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.(Warto)