Gelapkan 4 Truk Tronton Senilai 2 M, Pengurus Pool Kendaraan di Serang Ditangkap di Kalsel

PORTALKRIMINAL.ID-SERANG: Menggelapkan empat unit truk tronton serta satu excavator milik PT ATR di Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, RS (56) pengurus pool kendaraan ditangkap di Tapin, Kalimantan Selatan oleh personel Unit Pidum Polres Serang Polda Banten.

Tersangka warga Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, diamankan dari tempat persembunyiannya atas kerja sama Satreskrim Polres Serang dengan Satreskrim Polres Tapin Polda Kalimantan Selatan pada hari Kamis (9/6/2022) lalu.

Kapolres Serang Yudha Satria, 
menjelaskan sesuai laporan pihak perusahaan, kasus dugaan penggelapan ini baru diketahui pada hari Senin (11/4/2022), saat YWS (56) selaku pemilik PT ATR melakukan pengecekan di pool kendaraan. 

Dipaparkan Yudha, hilangnya empat  truk tronton serta satu unit excavator, pemilik perusahaan  menanyakan kepada security. “Menurut security bahwa lima kendaraan berat tersebut telah dikeluarkan oleh tersangka RS yang saat itu sebagai pengurus pool,” jelas kapolres, Senin (13/6/2022) siang.

Mengetahui kendaraan berat milik perusahaan tidak ada di pool, pihak perusahaan berupaya untuk menemui tersangka RS yang sudah tidak lagi bekerja di PT ATR. “Rupanya tersangka kabur setelah menjual lima kendaraan berat itu kepada pengusaha yang diketahui berinisial MU,” ujar Yudha lagi. 

Masih menurut kapolres, melaporkan kasus tersebut ke Polres Serang. “Atas kejadian tersebut pihak perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 2 miliar,” tambahnya.

Kasatreskrim AKP Dedi Mirza mengerahkan personel Unit Pidum dipimpin Ipda Iwan Rudini untuk melakukan penyelidikan dari hasil penyelidikan diketahui jika tersangka RS melarikan diri ke wilayah Tapin, Kalimantan Selatan. 

Berkat kerja keras personel Polres Serang yang bekerja sama dengan Polres Tapin Polda Kalimantan Selatan,  tersangka RS akhirnya berhasil diamankan di tempat persembunyian di wilayah Kabupaten Tapin.

“Tersangka RS saat ini masih dalam pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif penggelapan. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tegasnnya. (Warto)