Ada Apa Gerangan? Pejabat Bea Cukai Kembali Diperiksa Skandal Impor Baja

Direktur PT. Krakatau Posco Ikut Dicecar
PORTALKRIMINAL.iD -JAKARTA: Kejaksaan Agung kembali memeriksa Pejabat Bea dan Cukai dalam penyidikan Skandal Impor Baja, 2016 -2021. Ada apa gerangan ?

Kali ini,  yang diperiksa adalah M selaku Kabid P2 (Penindakan dan Penyidikan) pada Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok 2017-2020.

Namun, hingga selesai pemeriksaan status M masih sebagai saksi dan tidak dicegah bepergian ke luar negeri.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana menjelaskan M diperiksa terkait penyidikan perkara Impor Baja.

“Langkah itu untuk memperkuat pembuktian dan pemberkasan 3 tersangka, ” katanya, Rabu (13/7).

Dalam keterangannya, tidak dijelaskan dengan diperiksanya Pejabat Bea dan Cukai terkait penyidikan perkara impor baja akan memunculkan tersangka baru?

Sejauh ini, dari tiga tersangka yang telah ditetapkan hanya Pejabat Eselon IV di Kementerian Perdagangan (TB) dan dua lain hanya Pengurus Jasa Impor Baja atas nama BHL dan T

Sebelum M, jauh sebelumnya diperiksa
3 Direktur pada Ditjen Bea dan Cukai, yakni Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Nirwala Dwi Heryanto, Rabu (23/3).

Lalu,  Untung Basuki (Direktur Fasilitas Kepabeanan dan R. Fadjar Donny Tjahjadi (Direktur Teknis Kepabeanan),  Selasa (22/3).

KRAKATAU POSCO

Secara terpisah, Kejagung  memeriksa Zaenal Arifin Muslim selaku Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis PT. Krakatau Posco.

Perusahaani ini patungan antara PT. Krakatau Steel dengan Posco Kofea, 2011. Kerjsama ini terwujud dengan dibangunnya Pabrik Baja Terintegrasi dengan Teknologi Blast Furnace I, 2104.

“Seperti WS (Direktur Eksekutif Indonesia Iron and Sterl Industry Association), ZAM diperiksa penyidikan dan pemberkasan 6 tersangka korporasi, ” akhiri Ketut.

Dalam perkara ini sejumlah Petinggi Lintas Kementerian dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian telah diperiksa dan digeledah kedua kantornya.

Begitu juga, terhadap 6 Perusahaan Importir telah digeledah dan Direksi 6 Perusahaan Importir juga diperiksa.

Namun, sampai kini belum seorang pun dicegah bepergian ke luar negeri.

“Kita percaya atas krebilitas dan kecakapan tim penyidik. Cepat atau lambat, bakal ada tersangka baru, ” tutur Ketua Tim Advokasi Indonesia Iqbal Daud Hutapea, secara terpisah. (ahi)

Exit mobile version