Resmob Polda Metro Ringkus 2 Tersangka Pembobol Rekening Nasabah Bank BCA

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Penyidik Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap 2 orang berinisial H dan R, diduga telah membobol rekening sejumlah nasabah Bank BCA.

Menurut Kepala Unit II Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Maulana Mukarom, penyidik menyita barang bukti berupa sabu dan senpi rakitan disebuah gubuk ditengah hutan yang berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

“Selain mereka sindikat, juga pengedar narkoba. Untuk perkara narkoba, kami koordinasi dengan Ditnarkoba Polda Metro Jaya untuk ditangani secara profesional,” kata Maulana kepada wartawan yang didampingi Kepala Subdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Agung Julianto di Polda Metro Jaya, Selasa (19/7/2022).

Maulana menuturkan, dalam aksinya pelaku dengan sejumlah peran. Peran itu mulai mencari korban hingga pencairan uang kejahatan.

“Peran sindikat ini ada yang menelpon korban dan ada tugasnya tim data, serta ada yang perannya sebagai money changer. Jadi tim yang mencairkan uang hasil kejahatan,” ujar Maulana.

“Para tersangka melakukan penipuan menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Pelaku penipuan akan meminta korban memberikan data pribadi seperti nomor ATM, PIN, OTP,” tutur Maulana.

Lanjut Maulana, kasus ini bermula dari adanya laporan seorang korban ke Sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jumat (27 Mei 2022) lalu.

Kepada polisi korban saat itu mengaku ditelpon oleh orang yang mengaku pegawai bank BCA.

Namun, korban yang tidak curiga lalu mengikuti tiap instruksi dari pelaku. Setelah dilakukan pengecekan uang direkeningnya sudah raib. Akibatnya, korban mengalami kerugian senilai Rp181 juta.

“Pada rekening pelapor terjadi transaksi Rp181 juta,” papar Maulana.

Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. Pasal 372 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. Pasal 30 jo Pasal 46 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 tahun. Pasal 32 jo Pasal 48 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang
perubahan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 tahun. Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia nomor 12 tahun 1951, ancaman penjara selama-lamanya penjara 20 tahun. (Amin)