Ungkap Skandal Impor Garam, Dirut PT. Megah Susanti Diperiksa

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Ungkap Skandal Impor Garam senilai Rp2, 054 triliun (T), Kejaksaan Agung periksa Dirut PT. Susanti Megah Hermawan Santoso.

Sampai pemeriksaan selesai,  di Gedung Bundar terhadap produsen garam asal Surabaya tersebut status masih saksi.

Sejak diterbitkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) No:Prin- 38/F. 2/06/2022, Senin (27/6) hingga kini belum seorang pun dicegah bepergian ke luar negeri.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengatakan pemeriksaan Dirut PT. Susanti Megah terkait  pemberian fasilitas impor garam industri pada 2016 – 2022.

“Langkah tersebut, upaya memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara yang terjadi, ” jelasnya, Selasa (9/8) malam.

Terakhir, Kejagung memeriksa Dua Pejabat Eselon II Kementerian Perdagangan (Kemdag), Selasa(5/7), terdiri Arif Sulistyo (Kapus Data dan Sistem Informasi, Sekretariat Jenderal) dan M (Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Ditjen Perdagangan Luar Negeri).

Perkara ini disebut skandal, karena nilai kerugian keuangan dan perekonomian negara dan sudah berlangsung sejak 2016.

PERMUFAKATAN

Perkara berawal 2018, 21  perusahaan importir garam mendapat kuota persetujuan impor garam industri sebanyak 3.770.346 ton atau dengan nilai sebesar Rp2, 054 triliun.

Namun, persetujuan pemberian impor dilakukan tanpa memperhitungkan stok garam lokal dan stok garam industri yang tersedia sehingga mengakibatkan garam industri melimpah. 

Mengatasi penumpukan barang impor. Para mengalihkan secara melawan hukum peruntukan garam industri menjadi garam konsumsi dengan perbandingan harga yang cukup tinggi.

Praktik ini tak urung  mengakibatkan kerugian bagi petani garam lokal dan kerugian keuangan dan perekenomian Negara.

“Patut diduga, mulusnya praktik impor garam karena adanya permufakatan jahat oknum pemberi izin impor dan importir, ” ujar Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea, Rabu (10/8). (ahi)