Gadis Imut Diperkosa Pemuda di Kresek, Kapolresta Tangerang: Korban Disekap Diancam Akan Dibunuh

PORTALKRIMAL.ID-TANGERANG: Gadis imut-imut berusia 16 tahun diperkosa seorang pemuda. Korban sebelumnya disekap dan dicekoki minuman hingga tak sadarkan diri di rumah pelaku di Jalan Kemuning, Kresek, Tangerang. Berkat kerja cepat polisi, tersangka FM (20) berhasil diamankan.

Kapolresta Tangerang Polda Banten,  Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma menjelaskan,  peristiwa menimpa korban yang masih berstatus pelajar sekolah menengah itu  terjadi pada hari Jumat (5/8/2022) malam lalu. 

Korban sebut saja namanya Mawar, kata kapolres,  awalnya  diajak teman sesama
perempuan mencari kontrakan. Setelah itu, keduanya berpisah di jalan. Namun saat itu Mawar  bertemu dengan tersangka yang dikenalnya sebagai teman dari lelaki teman korban sendiri. 

“Gadis dibawah umur ini  diajak ke rumah pelaku. Di kamar, korban dipaksa akan diperkosa. Namun karena menolak lalu diancam pelaku akan dibunuh. Selanjutnya korban disekap,” jelas kapolres, Kamis (11/8/2022) sore.

Pelaku yang sudah dirasuki setan mencekoki minuman hingga korban tak sadarkan diri. Saat itulah Mawar diperkosa. “Setelah itu esoknya yaitu hari Sabtu (6/8/2022) korban diperbolehkan pulang,” ujar Romdhon.

Menurut kapolres, pihak keluarga gadis tersebut sempat mencari. Belakangan bertemu korban sedang duduk di pnggir jalan dalam kondisi seperti linglung di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. “Saat ditemukan, korban seperti orang linglung atau bingung. Oleh keluarganya lalu dibawa pulang,” terang Romdhon.

Setibanya di rumah, korban dibiarkan untuk beristirahat. Esoknya pada Minggu (7/08), korban baru ditanyai oleh keluarga mengenai kejadian yang dialami. Saat itulah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya. “Kasus tersebut oleh keluarga korban dilaporkan ke Polsek Kresek. Maka korban selanjutnya divisum dan kami melakukan mengejar tersangka,” tutur kapolres lagi. 

Ditambahkan Romdhon, pelaku ditangkap di rumahnya lalu dibawa ke Polsek Kresek untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Perbuatan tersangka FM dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tandasnya menutup keterangannya kepada awak media.(Warto)