TAPI: Dukung Diadili In-absenta, Pembatalan Paspor Apeng Jadi Prioritas

Berpengalaman Pulangkan Koruptor
PRTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Tindak lanjut bakal diadilinya Buronan Apeng secara in-absentia, Kejaksaan Agung kebut pemberkasan tersangka perkara  Pencaplokan Lahan Sawit, di Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) mendukung langkah Kejagung, tapi hendaknya hal itu dibarengi dengan opsi pembatalan paspor Apeng dahulu.

Dugaan digelar peradilan in-absentia (tanpa kehadiran terdakwa) menguat lantaran sampai kini Apeng alias Surya Darmadi belum juga ditangkap dari persembunyiannya, di Singapura.

Sinyal dibawanya perkara yang merugikan keuangan dan perekonomian negara sebesar Rp78 triliun ke Sidang In-absentia dilontarkan Jaksa Agung, Senin (8/8).

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengatakan para saksi yang diperiksa, adalah AY dan E selaku Pegaaai BUMN (Badan Usaha Milkk Negara), tanpa disebutkan nama Persero-nya.

“Mereka diperiksa terkait penyidikan perkara kegiatan pelaksanaan yang dilakukan oleh PT. Duta Palma Group, ” katanya, Rabu (10/8) malam.

Dalam penjelasannya, tidak disinggung keterkaitan kedua pegawai BUMN dalam perkara pencaplokan lahan tersebut.

Serta, tidak disinggung perburuan Apeng di Singapura. Upaya dan langkah apa yang sudah dan bakal dilakukan.

Singapura menjadi surga Koruptor, mulai Adelin Lis yang akhirnya bisa dibawa ke tanah air hingga Sjamsul Nursalim, Tersangka BLBI Bank BDNI.

Sjamsul sempat diijinkan oleh Jaksa Agung Marzuki, awal 2000-an untuk berobat di Osaka, Jepang selama dua minggu. 

Namun, usai berobat dia justru singgah di Singapura hingga perkaranya dihentikan karena sudah membayar utang BLBI Rp32 triliun melalui Skema MSAA ke BPPN yang saat itu dikepalai Syafruddin Tumenggung.

BATALKAN PASPOR

TAPI memahami langkah Kejagung yang bakal membawa Apeng ke peradilan in-absentia sebagai bagian strategi penanganan perkara.

Kendati demikian opsi penguberan maksimal harus dilakukan mengingat Kejagung sudah sangat berpengalaman dalam memulangkan koruptor, terakhir Adelis Lis, Sabtu (19/6/2021).

“Kami berkeyakinan, bila instrumen itu dilakukan Apeng tidak akan akan berkutik dan pulang ke tanah air, ” tandas Ketua TAPI Iqbal Daud Hutapea, Kamis (11/8)  pagi.

Dia juga berharap Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan di Singapura terus berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum sehingga ruang gerak Apeng dipersempit.

“Kerjasama apik dalam pemulangan Adelin Lin, Terpidana Pembalakan Lair di Sumut, kiranya dapat dilakukan lagi, ” harapnya.

“Dengan membawa pulang ke tanah air, maka akan diketahui sepak terjangnya dan motif membawa uang jarahan Rp54 triliun ke Singapura, ” tambahnya.

Kejagung tidak berpangku tangan, diam-diam mereka sudah melakukan berbagai upaya untuk memulangkan Apeng diantaranya menghubungi Perwakilan Kejaksaan di Singapura.

“Kita sedari awal sudah menghubungi Perwakilan di Singapura untuk mencari,mengamankan dan membawa pulang ke tanah air, ” ujar Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah yang pernah menjadi Kordinator Intelijen, pekan lalu. 

Metoda serupa pernah dilakukan oleh KPK saat memulangkan M. Nazarudin, tersangka Perkara Sea Games Jakabaring, Palembang dari salah satu negara di Amerika Selatan, 2011.

Cara serupa dilakukan kepada Zarima Mirafsur yang menjadi tonggak pemulangan buronan dari luar negeri.

Tersangka kepemilikan 30 ribu pil ekstasi dapat dipulangkan oleh Polri dari Amerika Serikat. (ahi)

Exit mobile version