Usai PT. Susanti Megah,kini Direktur PT. Garindo Sejahtera Abadi Dicecar Praktik Koruptif 21 Importir Garam 

Bakal Dijadikan Tersangka Korporasi?
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Usai cecar Jajaran Manajemen Importir Garam PT. Susanti Megah, kini giliran Importir Garam lainnya, PT Garindo Sejahtera Abadi terkait Skandal Impor Garam senilai Rp2 triliun.

MA inisial dari Direktur PT. Garindo Sejahtera Abadi (GSA) bersama Pengawas Produksi PT. GSA inisial AET diperiksa mararon, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung.

“Mereka diperiksa terkait perkara pemberian fasilitas impor garam industri, 2016 – 2022, ” kata Kapuspenkum Ketut Sumedana,Kamis (11/8) malam.

Namun, status kedua orang tersebut sampai selesai diperiksa masih saksi dan tidak dicegah ke luar negeri.

Dalam keterangannya, tidak dijelaskan impor garam industri oleh PT. GSA dilakukan kapan, volume  dan bentuk penyimpangannya.

Direktur PT. GSA MA pernah dijadikan tersangka oleh Bareskrim Polri terkait dugaan penyalahgunaan impor garam industri dari India dan Australia untuk konsumsi, 2018.

Bahkan, pabrik PT. GSA sempat digerebek oleh Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dan Mentan Amran Sulaiman, terkait dugaan penyalahginaan impor garam industri menjadi garam konsumsi, Jumat (19/5/2017).

Terakhir, 2019 bersama PT. Susanti Megah, PT. Niaga Garam Cemerlang, PT. Unicerm Candi Indonesia, PT. Cheetam Garam Indonesia, PT Budiono Madura Persada dan PT Sumatraco dilaporkan ke Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha terkait Kartel Perdagangan Garam,2015- 2016.

KORPORASI

Perusahaan GSA adalah salah satu dari 21 Importir Garam dari mana negara yang diincer Kejagung terkait dugaan tindak pidana korupsi pada.pemberian fasilitas impor garam industri, sejak 2016- 2022.

Praktik yang diduga dilakukan mencampur garam industri hingga menjadi garam konsumsi. Akibatnya, memukul industri garam konsumsi dan perekonomian negara, umumnya.

“Seperti pada perkara Jiwasraya dan Asabri, tentu kita dorong Kejagung untik tidak segan-segan mentersangkakan korporasi, ” ujar Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daid Hutapea, Jumat (12/8) pagi.

“Semua ini demi terlindungi industri dalam negeri dan meminimalkan kerugian perekonomian negara, ” tambahnya.

Dua hari sebelumnya, sejak Selasa dan Rabu (10/8) telah diperiksa Jajaran Direksi PT. SusantI Megah Hermawan Santoso Dkk. Status masih saksi.

KEMDAG

Pada bagian lain, Kejagung  memeriksa Karo Hukum Kemdag (Kementerian Perdagangan) inisial SH guna mengungkap pemberian fasilitas impor industri.

Pejabat Kemdag setahun terakhir diobrak-abrik terkait Skandal Minyak Goreng dan Skandal Impor Baja.

Terakhir, Pejabat  Kemdag yang diperiksa , Selasa (5/7) adalah Arif Sulistyo (Kapus Data dan Sistem Informasi, Sekretariat Jenderal) dan M (Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Ditjen Perdagangan Luar Negeri).

Perkara berawal 2018, 21  perusahaan importir garam mendapat kuota persetujuan impor garam industri sebanyak 3.770.346 ton atau dengan nilai sebesar Rp2, 054 triliun.

Namun, persetujuan pemberian impor dilakukan tanpa memperhitungkan stok garam lokal dan stok garam industri yang tersedia sehingga mengakibatkan garam industri melimpah.

Pada akhirnya, memukul industri garam konsumsi lokal.  (ahi)