Geledah dan Sita Perkara PT. PGASOL, Penetapan Tersangka Hitungan Hari

Langlah Maju Kejati DKI Jakarta
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Langkah Maju dilakukan Kejati DKI dalam perkara PT. PGASOL, yakni menggeledah dan menyita di dua tempat.

Dengan demikian penetapan tersangka Proyek Fiktif yang merugikan negara sekitar Rp31,7 miliar hanya hitungan hari.

Proyek dimaksud, adalah Pembayaran Penggadaan dan Sewa Alat Pembuatan sumur Geothermal Tahun 2018.

“Ini bisa disebut sebuah langkah maju dan ini juga sebuah petunjuk penetapan tersangka hanya hitungan hari, ” kata Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea, Kamis (18/8).

Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) diterbitkan 23 Juni dengan nomor: 
Print-1332/M.1/Fd.1/ 05/2022.

“Langkah maju ini sebuah indikasi bakal diikuti perkara-perkara lain. Tentunya, kita apresiasi langkah Kejati DKI Jakarta, ” akhirinya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Dr. Reda Manthovani sebelum ini kepada Jakartanews. Id sudah mengisyaratkan penyelesaian perkara-perkara lain.

“Kita akan segera tindak lanjuti, ” tegasnya.

Perkara-perkara tersebut, antara lain Skandal Tanah Pertamina dan Skandal Minyak Goreng. Keduanya sudah masuk tahap penyidikan.

Perkara lain, Skandal Tanah Cipayung dimana sudah ditetapkan para tersangka dan ditahan. Terakhir, tersiar informasi bakal berkembang terkait penerima aliaran dana pembebasan lahan Rp17 miliar.

DISITA

Dalam keterangannya, Kasipenkum Kejati DKI Ashari Syam menjelaskan penggeledahan dilakukan berdasarkan surat perintah penggeledan dan surat penyitaan yang diterbitkan, 13 Juni.

Kemudian, Penetapan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor:29 /Pen.Pid.Sus/TPK/VI/2022/PN.Jkt.Pst tanggal 14 Juni 2022.

Lalu, Penetapan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: 30/Pen.Pid.Ijin. Geledah/ 2022/PN.Tng tanggal 16 Juni 2022.

Penggeledahan dilakukan, di Kantor PT. PGAS Solution (PGASOL), Jalan KH. Zainul Arifin No. 20 Jakarta Barat  dan tempat tinggal SDASW (Mantan Direktur Operasi PT. Taruna Aji Kharisma), di Emerald Town House AC 19 Bintaro Jaya Tangerang Selatan.

“Di kedua tempat, disita  dokumen pengadaan dan sewa alat pembuatan sumur geothermal di Sabang Provinsi Aceh, ” ungkap Ashari.

SERBA FIKTIF

Perkara berawal,  2018, PT. PGASOL, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara memperoleh pekerjaan pembelian dan sewa alat untuk kebutuhan pembuatan sumur Geothermal dari PT. Taruna Aji Kharisma.

Guna pengerjaan proyek,  PT. PGAS menunjuk PT. Adhidaya Nusaprima Teknindo.

Nilai kontrak  pekerjaan pembelian alat sebesar Rp 22, 022 miliar dan untuk pekerjaan sewa alat sebesar Rp 9, 7 miliar.

Dalam pelaksanaan, PT. Adhidaya tidak pernah menyerahkan  pembelian dan sewa alat untuk kebutuhan pembuatan sumur Geothermal kepada PT. PGAS.

Kendati,   tidak diserah terimakan, PT. PGAS tetap melakukan pembayaran kepada PT. Adhidaya.

Terakhir, terungkap uang pembayaran tersebut oleh PT. Adhidaya diserahkan kepada PT. Taruna Aji Kharisma.

Akibat dugaan permufakatan jajat tersebut negara dirugikan sebesar Rp31, 724 miliar lebih. (ahi)