TAPI: Dukung dan Berharap Aktor Dibalik Pelarian Apeng Dapat Dipidanakan

Terbitkan Sprindik Pelarian Apeng
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Diam-diam tanpa pernyataan resmi, Kejakasan Agung buka Sprindik baru dalam perkara dugaan Pencaplokan Lahan Sawit oleh Duta Palma Group.

Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) baru itu terkait dugaan penghalangan penyidikan perkara Duta Palma Group.

Sebelum ini, Sprindik diterbitkan terkait perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Hal tersebut terungkap dalam pemeriksaan Direktur PT. Wanamitra Permai dan Direktur PT. Palma Satu, PT. Panca Agro Lestari dan PT. Seberida Subur.

Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea apresiasi langkah Jajaran Pidsus alias Gedung Bundar, Kejaksaan Agung tersebut.

“Dengan pendakatan semacam ini,maka akan diketahui siapa saja yang diduga ikut membantu pelarian Bos Duta Palma Group Apeng ke luar negeri, “katanya, Kamis (18/8).

Mempidanakan para pihak yang diduga menghalangi penyidikan bukan pertama kali dilakukan, jauh sebelumnya 7 orang saksi dijadikan tersangka dalam perkara LPEI dimana salah satunya oknum pengacara.

Tanpa menyinggung penyidikan yang dilakukan institusi penegak hukum lain, Iqbal Daud Hutapea menggaris bawahi apa yang dilakukan Jampidsus Dr. Gebrie Adriansyah dan Direktur Penyidikan Dr. Supardi hendaknya menjadi Role Model.

“Dengan begitu ke depan tidak akan ada lagi, para pihak yang ikut membantu pelarian tersangka atau terpidana ke luar negeri lolos jerat hukum, ” pungkasnya.

Direktur PT. Wanamitra yang dimaksud adalah AD. Sementara, Direktur PT. Palma Satu dan anak usaha lain dalam Duta Palma Group adalah TTG.

Senin (15/8), Apeng telah berhasil dipulangkan dan dijemput Kejagung dari Taiwan setelah sempat buron dan tiga kali dipanggil dan melalui iklan di surat kabar tidak diindahkan.

Atas sikap tidak kooperatif Apeng, Jaksa Agung ST. Burhanuddin menjawab dengan sikap tegas bawa perkara ke persidangan in-absentia, Senin (8/8).

Mereka berdua diperiksa mengenai penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi.

“Dalam hal ini,  setiap orang yang dengan sengaja menghalangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan perkara korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu, ” jelas Kapuspenkum Ketut Sumedana, Selasa (16/8) malam.

APENG

Hari ini, Apeng alias Surya Darmadi diperiksa, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung dan menjadi pemeriksaan perdana dalam kapasitas tersangka.

Perkara dugaan Pencaplokan Lahan Sawit seluas 37. 095 Hektar, di Riau diduga telah merugikan keuangan dan perekonomian negara sebesar Rp78 triliun.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman secara terpisah berharap pemeriksaan ini menguak perkara yang lama berlangsung tanpa terusik.

“Tentunya pula, perkara ini dapat dikembangkan terus hingga ke akar-akarnya. Jangan biarkan mereka lolos jerat hukum, ” harapnya.

Dalam perkara ini selain Apeng, juga telah ditetapkan tersangka Mantan Bupati Indragiri Hulu Raja Thamsir Rachman, Senin (1/8). (ahi)