Jelang Penetapan Tersangka Impor Garam, Ahli Hukum Pidana Diperiksa

21 Importir Garam Tersangka Korporasi?
PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Jelang penetapan tersangka Skandal Impor Garam, Kejaksaan Agung memeriksa saksi ahli hukum pidana inisial PD.

“PD diperiksa guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara, ” kata Kapuspenmum Ketut Sumedana, Jumat (19/8) malam.

Sejak diterbitkan Sprindik No:Prin- 38/F. 2/06/2022, Senin (27/6) puluhan saksi diperiksa,  dari 21 Perusahaan Importir dan Pejabat Kemeterian Perdagangan.

Perkara ini terkait impor garam industri sebanyak 3, 7 ton senilai Rp2, 054 triliun, 2018 yang belakangan dirubah menjadi garam industri.

Tak pelak, memukul usaha industri konsumi lokal dan berakibat kerugian perekonomian negara.

DIGEBER

Memasuki bulan kedua penyidikan perkara perkara pemberian fasilitas impor garam industri, sejak 2016-2022 Kejagung cecar abis Pengurus 21 Perusahaan Importir.

Dari berbagai informasi, sempat terbetik informasi rencana Kejagung untuk mempidanakan korporasi sebagai tersangka, seperti 6 impotir dalam perkara impor baja.

“Sudah seharusnya demikian, bila 6 Impotir dalam perkara Impor Baja  bisa dipidanakan. Mengapa dalam perkara Impor Garam tidak, ” tanya Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea, Sabtu (20/8).

Sampai kini, hampir semua Pengurus 21 Importir diperiksa, mulai PT. Susanti Megah, PT. Garindo Sejahtera Abadi (GSA).

Terakhir, 2019 bersama PT. Susanti Megah, PT. Niaga Garam Cemerlang, PT. Unicerm Candi Indonesia, PT. Cheetam Garam Indonesia, PT Budiono Madura Persada dan PT Sumatraco dilaporkan ke Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) terkait Kartel Perdagangan Garam, 2015- 2016.

Pengurus PT. GSA yang sudah diperiksa, MA (Direktur) dan  Pengawas Produksi PT. GSA inisial AET, Kamis (11/8).

Dua hari sebelumnya, sejak Selasa dan Rabu (10/8) diperiksa Jajaran Direksi PT. SusantI Megah Hermawan Santoso Dkk.

Sementara Jajaran Pejabat Kementerian Perdagangan, diantaranya Karo Hukum inisial SH, Kamis (11/8).

Lalu, Arif Sulistyo (Kapus Data dan Sistem Informasi, Setjen) dan M (Direktur Ekspor Prod Pertanian dan Kehutanan, Ditjen Perdagangan Luar Negeri), Selasa (5/7). (ahi)