Kejagung Sita Aset Apeng Disamarkan Nama Putrinya, Cheryl Darmadi

Hasil Pemeriksaan Adik- Anak- Ponakan
JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Apeng boleh sakit, tapi tidak bagi tim penyidik perkara Duta Palma Group, yang terus bekerja sita aset guna pengembalian kerugian keuangan dan perekonomian negara sebesar Rp78 triliun.

Tidak tanggung-tanggung, 3 provinsi sekaligus dijelajah  dan didapat aset-aset bernilai yang diduga telah disamarkan atas anak dan keluarganya.

Hasil ini adalah hasil pemeriksaan Kejaksaan Agung terhadap adik (SW), anak (AD) dan keponakan (AF),  Kamis (4/8).

“Sita aset ini bagian penyidikan perkara tindak pidana pencucian uang yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi terkait kegiatan Duta Palma Group, di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, ” kata Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana, Minggu (21/8).

Seperti diberitakan, Apeng alias Surya Darmadi tepar usai diperiksa 3 jam (Kamis 18/8).

Dari hasil pemeriksaan dokter, mantan Buronan itu harus dirawat di ICU RSU Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur, Jumat (19/8).

Apeng alias Surya Darmadi ditetapkan tersangka terkait dugaan pencaplokan lahan sawit seluas 73. 095 ha bersama Mantan Bupati Inhu, Riau Raja Thamsir Rachman, Senin (1/8).

ANAK

Di Pekanbaru, Riau misalnya dari 4 objek yang disita, Jumat (20/8) dua diantaranya atas nama Cheryl Darmadi diduga putri Apeng.

Ketut menyebut dua objek yang disita atas nama Cheryl Darmadi, adalah satu bidang tanah dan bangunan sertifikat SHM No. 03282 dan 1 bidang tanah SHM No.9710.

Yang pertama luas tanah 9. 635 M2, di Kelurahan Simpang Tiga, Bukit Raya, Kota Pekanbaru dan diatasnya berdiri Gedung PT. Duta Palma Group

Kedua, luas lahan 10. 944 M2, di kelurahan yang sama, diatasnya berdiri Gedung Duta Palma Group.

Sementara dua objek lain yang disita atas nama Surya Darmadi berada di kelurahan yang sama, berupa lahan kosong seluas 3.554 M2 dengan SHM No. 7493.

Satu objek lainnya, juga di kelurahan sama seluas 9.640 M2 dengan SHM No. 3458, di atasnya berdiri Gedung PT. Duta Palma Group.

SEGI TIGA EMAS 

Sedangkan di Jakarta, penyitaan atas 2 objek berada di daerah segi tiga emas, yakni di Jalan Rasuna Said Blok X. 5 No. 12 dan X.5, Kuningan Timur, Setia Budi, berupa lahan seluas 4.470 M2 dengan SHM No. 2051.

Satu objek lainnya, di Jalan Gatot Subroto Kav.29-30, RT. 04/03, Kuningan Timur, Setia Budi seluas 9.271 M2 sertifikat HGB No. 1663.

Sementara, di Bali dilakukan atas lahan seluas 26. 730 M2 Sertifikat HGB No. 941 atas nama PT. Menara Perdana, Kuta, Badung. Di atasnya berdiri Hotel
Holiday Inn Resort Bali dan Hotel Holiday Inn Express Bali. 

Terakhir, lahan sertifikat HGB No. 1147 juga di Kuta seluas 2.000 M2.

Sehari sebelumnya, Kamis (18/8) disita
dua objek tanah dan bangunan di atasnya, di Jalan Arif Rahman Hakim, HGB No. 773 seluas 16.250 M2, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Serta, lahan dan bangunan di Paseban, Senin, Jakarta Pusat, HGB No. 224 seluas 2.180 M2. 

Penyitaan aset ini menambah daftar aset yang sudah disita, mulai lahan kebun sawit, di Inhu, Riau dan sejumlah rumah, di Menteng, Jakarta Pusat dan Pondok Indah dan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. (ahi)