Sumdaling Polda Metro Jaya Ringkus ‘Dokter’ Penyuntik Tabung Gas

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Subdit Sumberdaya dan Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap dan menangkap 16 tersangka perkara tindak pidana di bidang minyak dan gas bumi perlindungan konsumen dan metrologi ilegal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulpan menyampaikan pengungkapan kasus ini berdasarkan 9 laporan polisi yg diterima Polda Metro Jaya kurun waktu bulan Juli-Agustus 2022.

“Pengungkapan kasus meliputi wilayah DKI Jakarta (Barat, Pusat dan Utara). Kemudian Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi,” ujar Zulpan di Polda Metro Jaya, Jumat (2/8/2022).

Lanjut Zulpan, 16 tersangka berinisial ISW, PR, ZA, AS, TAJ, STA, IZR, PRT, ADT, APD, KHR, AA, JL, JL, DD dan HL. Mereka terdiri dari pemilik maupun dalam istilah tindak pidana penyuntik atau dokter, serta karyawan.

“Modus yang digunakan tersangka, mereka memindahkan isi gas elipiji ukuran 3kg yang merupakan subsidi ke gas elpiji kosong ukuran 12 kg menjadi non subsidi, tentunya harganya miring,” kata Zulpan.

Modifikasi menggunakan es batu, agar isi dari tabung gas elpiji 3kg tersebut dapat berpindah ke tabung elipiji kosong ukuran 12kg yang non subsidi.

“Jadi perbedaannya cukup jauh, mereka membeli 17.500, kemudian menjualnya seharga 160.000. Mereka mengisi tabung gas elpiji ukuran 12 kg non subsidi kosong tersebut diperlukan 4 buah tabung gas elpiji ukuran 3kg yang merupakan subsidi agar bisa terisi penuh,” papar Zulpan.

Kemudian harga jual gas elpiji ukuran 12kg seharga Rp 110 ribu sampai Rp 210 ribu rata-rata harga pertabungnya, sebenarnya 160 ribu per tabung. Selisih harga per satu tabung yaitu Rp 160 ribu yang mana diasumsikan tabung 12 kg. Kemudian dikurangi menjadi 70 ribu yang kita asumsikan tabung 3kg sehingga mereka mendapatkan keuntungan 90 ribu per tabung.

Untuk biaya dokter pertabung antara Rp 10-20 ribu pertabung. Jadi pemilik memiliki selisih keuntungan sebesar Rp 75 ribu per tabung gas elpiji untuk ukuran 12 kg.

Akibat perbuatan tersangka dijerat pasal 40 angka 9 UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan ketentuan pasal 55 UU No.22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, drngan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun. (Amin)