Korban Pertama Tewas di Kalideres 13 Mei, saat Pegawai Simpan Pinjam Cek Sertifikat

PORTALKRIMINAL.iD- JAKARTA: Penyidik polisi masih mendalami penyebab tewasnya 4 anggota keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, dan belum sampai pada kesimpulan serta masih banyak teka teki.

Dalam penyelidikan polisi melibatkan sejumlah tim kedokteran forensik Rumah Sakit Polri, ahli patologi anatomi, forensik medik kolegal, ahli toksikologi, termasuk DNA dari laboratorium forensik.

Empat korban yang tewas diidentifikasi atas nama Rudyanto Gunawan (71), istri Renny Margaretha (68), anak Dian (40) dan Budyanto Gunawan (69) ipar dari Rudyanto.

Pada 13 Mei 2022, Budiyanto Gunawan meminta pegawai koperasi simpan pinjam datang ke lokasi untuk meninjau sertifikat rumah. Ketika Budiyanto membuka gerbang langsung tercium bau busuk yang luar biasa, ditanyakan kepada pihak rumah kok bau sekali, dijawab bau got yang lupa dibersihkan.

Pegawai koperasi itu lantas meminta bertemu dengan ibu pemilik sertifikat rumah, yakni ibu Renny Margaretha. Lalu diantarkanlah pegawai itu ke kamar ibu Renny oleh Dian Febbyana sebagai anak.

“Petugas pegawai koperasi simpan pinjam datang ke rumah, kemudian bersama Budyanto masuk ke dalam rumah dan mencium bau busuk. Pegawai koperasi melihat korban Renny sudah menjadi mayat. Namun, Budyanto berkata jangan bilang siapa-siapa,” terang Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Sebelumnya Budyanto berujar kepada pegawai simpan pinjam ibu Renny lagi tidur jangan hidupkan lampu, karena ibu saya sensitif terhadap cahaya.

“Pegawai koperasi itu curiga karena Renny tidak bangun saat dibangunkan. Tanpa setahu Budyanto, petugas koperasi itu menyalakan flash handphone-nya untuk melihat kondisi Renny. Ternyata Renny dilihat dalam kondisi sudah menjadi mayat. Petugas koperasi itu lalu berteriak takbir, Allahu Akbar,” ujar Hengki.

Petugas itu langsung keluar dan mengajak rekanan lainnya. Dia membatalkan proses penggadaian.

“Kemudian langsung keluar yang bersangkutan tidak ingin lagi melanjutkan proses gadai pinjam uang, langsung mengajak dua saksi lain segera keluar,” katanya.

Pada saat itulah, Hengki mengatakan Budiyanto meminta pegawai koperasi tersebut tidak melapor ke siapa pun. Hengki menyayangkan sikap pegawai koperasi itu tidak lapor.

“Saat keluar, kami ketemu saksi lain yang diambil keterangan yang sempat teriak Allahu Akbar dan sempat dikejar oleh Budiyanto tolong jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan ke pihak RT ataupun warga sini tolong, dan ternyata memang tidak dilaporkan,” paparya.

Pada kasus ini polisi telah memeriksa 23 saksi, Hengki menyayangkan TKP penemuan mayat pada tahap awal sudah rusak karena warga telah menaburkan banyak kopi. (Amin)

Exit mobile version