Polres Jakarta Pusat Ringkus Penculik Bocah di Ciledug

PORTALKRIMINAK.ID-JAKARTA :  Kasus penculikan bocah perempuan berinisial bocah MA (6) yang dilakukan pemulung bernama Iwan Sumarno (42) di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, berhasil diungkap.

 Tak hanya korban yang berhasil diselamatkan, pelaku juga sudah ditangkap polisi.

“MA sudah kami temukan dan pelaku sudah kami tangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Gunarto saat dihubungi, Selasa (3/1).

Gunarto mengatakan penangkapan Iwan Suwarno dilakukan malam ini. Polisi saat ini masih berada di lokasi penangkapan.

“Saat ini kami masih di TKP di Ciledug,” jelas Gunarto.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin sebelumnya mengatakan hal itu diketahui saat pihaknya menelusuri CCTV, di mana terduga pelaku sering berpindah tempat. 

Komarudin menyebutkan Iwan Sumarno sempat diamankan warga di daerah Pademangan, Jakarta Utara.

“Kami mendapatkan informasi dengan ciri-ciri yang sama, seseorang yang pernah diamankan di RW 5 Pademangan di kisaran bulan Juli, orang yang diamankan diduga menggelapkan sepeda motor,” ujar Komarudin kepada wartawan, Minggu (1/1).

Komarudin mengatakan pihaknya menemukan kartu tanda penduduk (KTP) terduga pelaku tersebut. Komarudin mengatakan pihaknya kemudian mencocokkan identitas dari pemilik KTP tersebut dengan pelaku penculikan.

“Bahwa yang bersangkutan memegang KTP, dari sini kita telusuri, dan alhamdulillah kita menemukan KTP, ini identitas KTP terduga pelaku, yang di mana orang tua korban mengatakan Yudi, beberapa saksi mengatakan Herman, nama sesungguhnya adalah ini, Iwan Sumarno kelahiran 1980 alamat di Rorotan,” ujarnya.

Komarudin mengatakan, dari KTP tersebut, diketahui terduga pelaku sempat menjadi tahanan pada 2014. Iwan Sumarno pernah divonis 7 tahun penjara dalam kasus pencabulan anak.

“Di mana tahun 2014, bahwa Iwan Sumarno alias Jakcy tersangkut permasalahan hukum di Pengadilan Jakarta Utara, di mana yang bersangkutan di pidana dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan vonis penjara, diperkirakan baru 2021 yang bersangkutan selesai (dipenjara),” katanya. (Nugroho)