Aliran Uang 40 Miliar Tidak Berhenti pada AQ: Indikasi Audit BTS 4G oleh BPKP Bukan BPK?

Kembali, Pejabat BPK Diperiksa
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Masih telusuri aliran uang haram Rp 40 miliar, Kejaksaan Agung cecar 3 Pejabat BPK sekaligus cari tersangka baru Skandal BTS 4G.

Pemeriksaan ini menindak lanjuti dugaan penerimaan uang Rp 40 miliar oleh Pimpinan BPK Ahsanul Qosasi dari Sadikin Rusli (Swasta).

Namun, sampai pemeriksaan selesai belum ada penetapan tersangka baru dan para pihak yang dicegah bepergian ke luar negeri.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengatakan pemeriksaan mereka guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.

“Upaya tersebut sekaligus untuk membuat terang tindak pidana (cari tersangka baru, Red), ” katanya, Rabu (22/11) malam.

Sehari sebelumnya, diperiksa 3 Pejabat BPK terdiri, IPS (Kepala Auditorat IIIC), JH (Kasub Auditorat IIIC.1) dan BBT (Auditor).

Bersama mereka, turut diperiksa FW selaku Asisten Direktur of Room Grand Hyatt, Jakarta dan H (Direktur Keuangan PT. Bio Konversi Indonesia).

MENGALIR KEMANA SAJA ?

Kemana saja lari uang Rp 40 miliar paska diterima Ahsanul dari Sadikin Rusli melalui Windi Purnama atas perintah Irwan Hermansyah (Komisaris PT. Solitech Media Sinergy) ?

Ahsanul, Sadikin serta Windi dan Irwan sudah dijadikan tersangka. Khusus Irwan sudah divonis 5 tahun penjara.

“Pertanyaan sulit dijawab, ” komentari singkat Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal D. Hutapea secara terpisah.

Namun, indikasi penting untuk menjawab itu salah satunya tidak dimintakan permohonan untuk audit kerugian negara.

Justru, Kejagung meminta kepada BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

Istilah Kapuspenkum uang Rp 40 M diduga dimaksudkan untuk mengondisikan BPK (audit kerugian negara, Red).

“Secara kasat mata artinya hampir tidak mungkin berhenti pada AQ, ” duganya.

Untuk detil aliran uang lari kemana saja, Iqbal menyarankan untuk mengikuti perkembangan penyidikan sebab sudah masuk ranah materi perkara.

“Ikuti perkembangan penyidikan, karena sudah masuk materi perkara, ” pungkasnya. (Ahi)