Bongkar Perubahan Spesifikasi Tol MBZ, Jajaran JSMR dan WSKT Dicecar

Bakal ada Penambahan Tersangka Baru?
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Kebut pengungkapan perubahan spesifikasi Tol MBZ, Jajaran PT. Jasa Marga (JSMR) dan PT. Waskita Karya (WSKT) dicecar Kejaksaan Agung
.

Namun, sampai pemeriksaan selesai belum ada penambahan tersangka baru dan belum ada pencegahan bepergian ke luar negeri.

Hingga kini, tersangka masih berjumlah 4 orang dimana dua dari PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) masing-masing satu orang dari Konsultan dan Subkontraktor tanpa unsur Kontraktor.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana hanya mengatakan pemeriksaan guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.

“Sekaligus upaya membuat terang tindak pidana (temukan tersangka baru, Red), ” katanya, Senin (27/11) sore.

Dari strategi pemeriksaan semacam ini telah menambah tersangka baru dari unsur Subkontraktor Sofia Balfas (Direktur PT. Bukaka Teknik Utama) sehingga tersangka menjadi 4 orang.

“Tidak ada yang baku Bang. Juga tidak harus menunggu alat bukti baru di persidangan. Semua ukuran alat bukti, ” tutur sebuah sumber.

JSMR dan WSKT

Jajaran Jajaran Jasa Marga yang diperiksa, adalah AWK selaku Vice President Divisi HTE Periode 2015 – 2019.

Sementara dari Waskita Karya, adalah DP selaku Kadiv 3 Periode 2017 -2018 dan THL selaku Resident Engineer Proyek Japek II alias Tol MBZ Periode 2017 – 2019.

Terakhir, A selaku Staf Keuangan PT. LAPI Ganeshatama Consulting.

Pemeriksaan melengkapi pemeriksaan terakhir, Jumat (24/11) atas Dirut PT. Master Steel dan Koordinator Teknis PT. Delta Global Struktur (DBS) inisial EM.

“Makin kesini makin tergambar pola pembangunan konstruksi Tol MBZ. Saat yang sama rasanya terlalu berlebihan bila semua dibebankan kepada DD (Djoko Dwijono selalu Mantan Dirut PT. JJC Dkk, Red), ” tanggapi Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea terpisah.

Kendati begitu, dia tidak menjudge dan mendahului tim penyidik namun sulit dihindarkan bakal adanya tersangka baru.

“Ini proyek kan saling melengkapi atau semua bekerja untuk satu tujuan. Bila ada ketimpangan pasti berpengaruh kepada yang lain, ” akhirinya dengan kata demi kata penuh kedalaman. (ahi)