Kantongi Alat Bukti, Kontraktor dan Subkontraktor Tol Japek II Dicecar: Indikasi Bakal ada Tersangka Baru?

Perubahan Spesifikasi Beton Jadi Baja
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Kantongi alat bukti, Kejaksaan Agung buru keterangan Kontraktor dan Subkontraktor untuk ‘konfrontir’ perubahan kerangka Tol Japek II alias MBZ dari Beton menjadi Baja.

Pemeriksaan ini indikasi bakal ada penetapan tersangka baru dalam waktu dekat ?

Kontraktor Tol Japek II adalah PT. Waskita Karya (WSKT) dalam hal ini W selalu Manajer Anggaran Divisi II Periode 2017.

Sementara Subkontraktor adalah, PT. Bukaka Teknik Utama (BTU), yakni BH selaku Kepala Unit Usaha Jembatan 2010 – sekarang /Superintendent KSO Bukaka -Krakatau Steel 2018 – 2020.

Terakhir, WH (Koordinator Teknis PT. Delta Global Struktur- DGS) selaku Subkontraktor untuk Jasa Desain- Konstruksi Pembangunan Japek Elevated II.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana hanya mengatakan pemeriksaan dilakukan guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.

“Semua dalam rangkaian membuat terang tindak pidana (temukan tersangka baru, Red), ” ucapnya, Kamis (29/11) malam.

Dalam keterangannya, tidak disinggung sudah sejauh mana alat bukti yang dikantongi terkait perubahan spesifikasi kerangka jembatan tol Japek II sepanjang 38 Km.

Pastinya, perkara ini mendapat atensi karena tidak lepas peresmian dilakukan Presiden pada Kamis (11/12) yang dihadiri Gubernur Jabar, Dirut PT. Jasa Marga, Dirut WSKT, Dirut PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono yang terakhir dijadikan tersangka bersama tiga orang lainnya.

NYARIS LENGKAP

Dalam upaya menguak perubahan kerangka bangunan jembatan Tol MBZ, Mantan Dirut WSKT (April 2018 – Juli 2020) I Gusti Ngurah Putra sudah diperiksa, Rabu (11/10). Ia ikut hadir peresmian penggunaan Japek II oleh Presiden.

Lalu, Kompatriot Dirut Acset Indonusa (April 2017 – April 2020) Jefrey Gunadi Chandra Wijaya bahkan sampai tiga kali.

Pertama, sebagai Wakil Ketua KSO (Kerja Sama Operasi) WSKT -Acset, Rabu (5/4). Kedua dan ketiga sebagai Dirut Acset, Senin (16/10) dan Kamis (2/11).

WSKT -Acset adalah Kontraktor Pengerjaan Tol Japek II berbiaya Rp 13, 5 triliun.

Lainnya, Nyoman Wirya Adnyana (Direktur Operasi II WSKT), Kamis (12/10).

Sementara, Subkontraktor PT. DGS terakhir diperiksa BS (Staf) pada Selasa (28/11) dan Koordinator Teknis DGS inisial EM pada Rabu dan Kamis (23/11).

Sedangkan Subkontraktor PT. Krakatau Steel sebagai pemasok Baja sekaligus rekan KSO (Kerja Sama Operasi) PT. BTU terdapat sejumlah nama yang diperiksa.

Rabu (11/10), diperiksa Dirut PT. Krakatau Steel (KS) Periode 2017 – 2018 Mas Wigrantoro Roes Setijadi, Mantan Dirut KS Sukandar bahkan sudah dua kali diperiksa pada Senin (19/9) dan Kamis (5/10) dan Direktur Pemasaran KS Periode 2015 – 2016 Danang Danusiri diperiksa pada Kamis (6/4) dan Selasa (10/10).

Dari PT. BTU antara lain Direktur Operasional II Sofia Balfas diperiksa Selasa (16/5) dan terakhir Selasa (19/9) yang kemudian dijadikan tersangka dan Dirut BTU Irsal Kamarudin, Selasa (24/10).

TERSANGKA BARU ?

“Why not (kenapa tidak), ” ujar Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea dengan tanda tanya secara terpisah.

Dia mengacu penetapan tersangka SB (Direktur PT. BTU) dilakukan dalam proses penyidikan yang berlangsung.

“Artinya, tidak harus menunggu proses sidang dan ditemukan alat bukti baru dijadikan tersangka. “
Selama ini penetapan tersangka baru cenderung dilakukan saat ditemukan alat bukti baru, seperti Skandal BTS 4G.

Hanya saja, dia dengan sangat meminta untuk tetap menjunjung asas praduga tidak bersalah.

“Ini penting agar hak-hak hukum mereka terlindungi. Disisi lain, tidak menganggu proses penyidikan, ” pungkas Iqbal. (ahi)