Temukan Tersangka Perubahan Kerangka Tol MBZ, Pengurus Bukaka Kembali Dicecar

Tersangka Baru Segera Ditetapkan ?
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Temukan tersangka dugaan persekongkolan jahat dalam merubah kerangka jembatan Tol Japek II alias Tol MBZ, Kejaksaan Agung kembali acak-acak PT. Bukaka Teknik Utama (BTU).

Bukaka dalam pengerjaan Mega proyek berbiaya sebesar Rp 13, 5 triliun ini bertindak sebagai Subkontraktor bersama PT. Krakatau Steel (KS) dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO) pemasok Baja.

Kontraktor Tol Japek II, ialah PT. Waskita Karya (WSKT) dan PT. Acset Indonusa diwujudkan dalam Kerja Sama Operasi (KSO) WSKT -Acset. Biaya konstruksi sebesar Rp 11, 69 triliun.

Jajaran Bukaka yang mendapat giliran diperiksa, kali ini adalah K selaku Engineer dan MSF selaku Engineering KSO Bukaka-KS.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana enggan berspekulasi terkait diperiksanya lagi Jajaran Bukaka dalam perkara yang merugikan negara sekitar Rp 1, 5 triliun tersebut.

“Diperiksanya kedua saksi masih untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan sekaligus membuat terang tindak pidana (cari tersangka baru, Red), ” ucapnya diplomatis, Selasa (5/12) malam.

Sampai saat ini baru empat tersangka ditetapkan, namun belum menyentuh kontraktor dan subkontraktor lainnnya.

Dari empat tersangka, dua orang dari PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), masing-masing seorang dari Konsultan dan Subkontraktor, dalam hal ini Bukaka tanpa unsur Krakatau Steel.

Penyidikan kini fokus pada perubahan konstruksi Tol Japek II semula konstruksi beton dirubah menjadi konstruksi baja.

TERSANGKA BARU ?

“Ini menjadi pertanyaan besar soal siapa yang memberi perintah perubahan kerangka jembatan dari beton ke baja, ” komentari Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea, Rabu (6/12).

Selain itu, masih kata Iqbal siapa-siapa lagi pihak yang turut serta dalam dugaan permufakatan jahat tersebut.

“Dalam kerangka ini berarti sangat mungkin muncul tersangka baru, ” tuturnya.

Terkait siapa, menurut Iqbal bergantung kepada fakta hukum alias alat bukti pada proses penyidikan.

“Bila ada, kami yakin Kejagung tak segan-segan menetapkan sebagai tersangka, ” pungkasnya.

LENGKAP

Sejauh ini hampir semua pihak terkait proyek Japek II yang diresmikan penggunaannya oleh Presiden, Kamis (12/11/2019) sudah diperiksa.

Mulai, Jajaran PT. Jasa Marga (JSMR) antara lain, Adrian Priohutomo (Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga 2019) dan Hasanudin (Direktur Pengembangan Usaha), Selasa (6/6).

Lainnya, Mantan Dirut PT. JJC lainnya Vera Kirana pada Selasa (6/6), Dirut JSMR 2015 -2020 Desy Arryani yang sudah diperiksa berulang, sejak pertama diperiksa, Rabu 16/8) dan Dirut JSMR (2012-2016) Adityawarman sehari kemudian.

Lainnya, Subakti Syukur yang belum lama dilantik sebagai Dirut JSMR. Dia diperiksa sebagai Direktur Operasional Periode 2016 – 2020, Senin (24/7).

Dari unsur Kontraktor, Mantan Dirut WSKT (April 2018 – Juli 2020) I Gusti Ngurah Putra sudah diperiksa, Rabu (11/10) dan Dirut Acset Indonusa (April 2017 – April 2020) Jefrey Gunadi Chandra Wijaya bahkan sampai tiga kali.

Pertama, sebagai Wakil Ketua KSO (Kerja Sama Operasi) WAKT -Acset, Rabu (5/4). Kedua dan ketiga sebagai Dirut Acset, Senin (16/10) dan Kamis (2/11).

Unsur Krakatau Steel, Rabu (11/10), diperiksa Dirut PT. Krakatau Steel (KS) Periode 2017 – 2018 Mas Wigrantoro Roes Setijadi, Eks.Dirut KS Sukandar bahkan sudah dua kali diperiksa, Senin (19/9) dan Kamis (5/10) serta Direktur Pemasaran KS Periode 2015 – 2016 Danang Danusiri, Kamis (6/4) dan Selasa (10/10).

Terakhir, unsur Komisi Keamanan Jembatan Terowongan Jalan (KKJTJ) pada Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR yang bertindak sebagai pengawas layak atau tidaknya proyek. (ahi)