Jaksa Agung: Jangan Kembali ke Kejaksaan Lagi, Bila Melupakan Kejaksaan

Imbauan ke Para Jaksa Dikaryakan
PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Jaksa Agung ST. Burhanuddin minta Jaksa yang ditugaskan pada institusi lain untuk tidak kembali ke Kejaksaan bila melupakan atau mengabaikan kemajuan Kejaksaan.

“Jangan pernah kembali (lagi ke Kejaksaan, Red), ” tegas Jaksa Agung, di Jakarta, Senin (18/12).

Pernyataan tegas dan sangat keras ini disampaikan saat berbicara pada Rapat Koordinasi Pegawai Kejaksaan yang Ditugaskan pada Instansi Pemerintah dan di Luar Instansi Pemerintah.

Saat ini tercatat sejumlah nama Jaksa duduk dan menjabat pada institusi lain, khusus level eselon I.
Antara lain, Sugeng Purnomo sebagai Deputi Hukum Menko Polhukam, M. Rum sebagai Irjen Kementerian Perindustrian, Jan S. Maringka (Irjen Kementan) dan Johanis Tanak (Wakil Pimpinan KPK).

Penugasan Jaksa atau dikenal dengan istilah Jaksa yang dikaryakan di luar Kejaksaan adalah amanat Pasal 12A UU No. 21/2021 tentang Kejaksaan.

CITRA KEJAKSAAN

Penegasan Burhanuddin tersebut karena Jaksa yang ditugaskan pada institusi lain merupakan perpanjangan Korps Adhyaksa dan karenanya wajib selalu menjaga Marwah Kejaksaan.

“Sekecil apa pun kesalahan atau perbuatan buruk yang dilakukan di instansi lain, yang akan mendapat label buruk bukan hanya pribadi, melainkan juga profesi Jaksa dan institusi Kejaksaan itu sendiri. “

Oleh sebab itu, Jaksa Agung minta untuk menjaga marwah Kejaksaan dalam setiap pelaksanaan tugas, kewenangan dan kehidupan sehari-sehari.

“Buatlah harum nama Kejaksaan dimanapun saudara ditugaskan, ” imbau Burhanuddin.

RUMAH

Selanjutnya, Pria berkumis tebal ini mengingatkan bahwa Kejaksaan adalah rumah setiap Insan Adhyaksa, baik yang berdinas di Kejaksaan maupun di instansi lain.

Khusus, yang ditugaskan di luar instansi Kejaksaan, dia berpesan agar tanamkan di dalam diri bahwa segala pengabdian dilakukan pada asasnya ditujukan untuk kemajuan Kejaksaan.

“Saya tidak berkenan ada oknum Jaksa yang ketika bertugas di instansi lain melupakan atau mengabaikan kemajuan institusi Kejaksaan. “

“Jangan jadi Kacang yang lupa kulitnya!, apalagi menjadi musuh dalam selimut!, ” tambahnya dengan amat dan sangat tegas. (ahi)