Polda Banten Sebar DPO Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Ahli Waris Tanah

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA : Kuasa hukum PT. Mandiri Bangun Makmur, Aulia Fahmi telah melaporkan CC.

Dia dilaporkan sejak 28 April 2023 sebagaimana laporan polisi Nomor : LP/B/2285/IV/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA tentang dugaan tidak pidana pemalsuan surat.

Hal ini sekaligus untuk memberikan perlawanan kepada CC yang merupakan ahli waris Suminta Chandra yang mencoba ingin mengklaim penguasaan lahan tersebut.

Dimana, CC bersama-sama dengan Notarisnya telah mengajukan permohonan balik nama Sertifkat SHM No. 5/Lemo milik The Pit Nio, dengan melampirkan surat yang didalamnya mencantumkan diduga keterangan palsu.

Pertama CC menyatakan sebagai pihak yang menguasai fisik tanah dan kedua menyatakan tanah tersebut tidak dalam keadaan sengketa.

“Faktanya tanah yang dimohonkan tersebut sedang dalam penguasaan klien kami dan atas tanah tersebut sedang dalam proses hukum,” kata Fahmi dalam keterangannya, Selasa (19/12/23).

Fahmi melanjutkan, atas adanya dugaan pemalsuan surat tersebut, informasi yang didapatkannya, Polda Banten telah memeriksa seluruh saksi-saksi hingga menyita dokumen yang diduga palsu. Sehingga, CC pun ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Banten.

Akan tetapi, setelah dilakukan 2 kali pemanggilan, CC mangkir. Bahkan saat ini sudah berstatus sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan nomor: DPO/54/XII/RES. 1.9/2023/Ditreskrimum.

Dalam keterangan surat DPO tersebut, CC disangkakan melakukan tindak pidana pemalsuan surat jo ikut serta ikut pemalsuan surat sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 263 KUHPidana jo 55 KUHPidana yang terjadi di kantor Notaris Sukamto S.H., M. kn, sekitar Februari 2023 lalu.

“Dia berani mengklaim kepemilikan tanah klien kami, berlaga seperti seorang korban. Sementara klien kami tidak pernah menjual atau mengalihkan kepada siapapun,” kata Fahmi.

“CC ini gayanya sudah miirp-mirip mafia tanah, berani melawan institusi kepolisian dan tidak kooperatif dalam menjalani proses hukum.”

Karena sudah masuk dalam DPO Polda Banten, Fahmi menyarankan dia untuk menyerahkan diri.

“Kami menghimbau kepada CC agar segera menyerahkan diri kepada Polda Banten untuk menjalani proses hukum yang sedang berjalan. Juga kepada masyarakat apabila melihat dan bertemu dengan seorang bernama CC segera menghubungi pihak kepolisian agar dapat mengamankannya, ” tukasnya (Nugroho)