Akan Diedarkan Malam Tahun Baru 2024, Sebanyak 103 Kg Tembakau Gorila Diamankan Polisi Polres Jakbar

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA : Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap home industri tembakau gorila (sinte) di sebuah apartemen di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi menggagalkan 103 kilogram tembakau gorila yang akan diedarkan pada malam Tahun Baru 2024.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi didampingi Wakasat Narkoba AKP Retno Jordanus dan Iptu Miftahul Munir menjelaskan pengungkapan termbakau sintetis itu terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat. Selanjutnya dilakukan penyelidikan.

Dari informasi tersebut, lanjut kapolres, penyidik menangkap seorang pemuda berinisial DA (22). Pelaku saat ditangkap tengah sendiri di apartemen. “Pelaku DA kami tangkap hari Minggu tanggal 10/12/2023 sekira pukul 21.30 WIB. Saat itu diamankan kurang lebih 103 kilogram tembakau sintetis,” ujarnya pada konferensi pers, Rabu (20/12/2023).

Dipaparkan Syahduddi, hasil pemeriksaan terungkap jika pelaku DA berperan mencampurkan cairan yang sudah diracik dengan tembakau murni hingga menjadi narkotika.

“Peran DA adalah yang mencampurkan cairan yang sudah jadi dengan tembakau murni sehingga menjadi tembakau sintetis,” jelas Syahduddi dengan menyebutkan ada dua orang pelaku lainnya masih diburu atau DPO yakni FA berperan sebagai peracik cairan dan AK berperan sebagai pengendali.

Masih diterangkan kapolres, dalam aksinya pelaku DA hanya berperan mencampurkan cairan sintetis ke tembakau murni. Nantinya jika sudah jadi, tembakau itu akan disebar untuk dijual ke pasaran.

Namun sebelum diedarkan polisi telah terlebih dahulu mengamankan pelaku. Sehingga tembakau sintetis yang rencananya disebar di wilayah DKI Jakarta itu gagal terjual. Menurut Syahduddi perkilogramnya tembakau sintetis itu bisa laku Rp 50-60 juta per kilogram di pasaran.

“Rencananya akan diedarkan pada malam pergantian tahun baru di wilayah DKI Jakarta. Jika dikalkulasikan tembakau sintetis ini jika terjual semua mencapai Rp 5 miliar,” sebut Syahduddi.

Perbuatan pelaku DA disangkakan Pasal 113 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) UURI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Permenkes Nomor 36 Tahun 2022 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. (Warto)