Alasan Firli Bahuri Tak Hadiri Panggilan Penyidik Tidak Wajar

PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Penyidik Polda Metro Jaya kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri sebagai tersangka, hari ini Kamis 21 Desember 2023 pukul 10.00 WIB.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade safari Simanjuntak mengatakan alasan ketua KPK nonaktif Firli Bahuri tidak menghadiri panggilan penyidik tidak wajar. Tersangka FB tidak hadir memenuhi panggilan penyidik berdasarkan Surat Panggilan Nomor: S.Pgl / 4829 / XII / RES.3.3. / 2023 / Ditreskrimsus tanggal 18 Desember 2023.

“Ketidakhadiran tersangka pada hari ini untuk memenuhi panggilan penyidik berdasarkan surat yang disampaikan oleh penasihat hukum tersangka,” kata Ade Safri.

Penyidik menilai bahwa alasan yang disampaikan dalam surat tersebut bukan merupakan alasan yang patut dan wajar.
Dengan ketidakhadiran Firli tersebut, kata dia, penyidik akan menerbitkan dan mengirim surat panggilan kedua kepada tersangka.

“Adapun tujuan pemeriksaan atau permintaan keterangan tambahan yg akan dilakukan terhadap tersangka FB adalah untuk meminta keterangan tentang seluruh harta bendanya, serta harta benda istri, anak dan keluarga,” ujar Ade Safri.

“Dimana penyidik memperoleh fakta baru adanya aset lain / harta benda yang tidak dilaporkan dalam LHKPN dan belum diterangkan oleh tersangka FB. Dalam berita acara pemeriksaan terhadap  tersangka sebelumnya,” tambah Ade Safri.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 28 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang berbunyi: Untuk kepentingan penyidikan, tersangka wajib memberi keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan harta benda setiap orang atau korporasi yang diketahui dan atau yang diduga mempunyai hubungan dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka.

Ketidakhadiran tersangka pada hari ini untuk memenuhi panggilan penyidik berdasarkan Surat yang disampaikan oleh Penasehat Hukum Tersangka dari Kantor Hukum IAN ISKANDAR & PARTNERS Nomor: 251/IISPA/XII/2023 tanggal 20 Desember 2023.

Penyidik menilai bahwa alasan yang disampaikan dalam surat tersebut dinilai bukan merupakan alasan yang patut dan wajar, dengan demikian penyidik akan menerbitkan dan mengirimkan surat panggilan kedua terhadap tersangka.

Dalam Surat tersebut, Penasehat Hukum tersangka menambahkan saksi yang meringankan (a de charge) yang baru, diluar yang telah diterangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan tersangka tanggal 1 Desember 2023, dimana berdasarkan ketentuan Pasal 116 ayat (3) KUHAP Jo Putusan MK 65 / PUU – VIII / 2010 tanggal 8 Agustus 2011 yang berbunyi sebagai berikut: Dalam pemeriksaan tersangka ditanya apakah ia menghendaki saksi yang dapat menguntungkan baginya dan bilamana ada maka hal itu dicatat dalam berita acara.

Sehingga hal tersebut menjadi salah satu materi pemeriksaan yang harus diterangkan oleh tersangka FB dalam Berita Acara Pemeriksaan.

“Pada malam ini juga penyidik telah mengirimkan SURAT PANGGILAN KE-2 TERHADAP TERSANGKA dan telah diterima pada pukul 20.10 WIB, dimana untuk jadwal pemeriksaan terhadap tersangka yang tertuang dalam surat panggilan ke-2 terhadap tersangka tersebut Rabu 27 Desember 2023 pukul 10.00 WIB di ruang riksa Dittipidkor Bareskrim Polri (lantai 6 gedung Bareskrim),” terang Ade Safri.

Sementara itu, Penasihat hukum Firli Bahuri, Ian Iskandar menjelaskan alasan kliennya tidak penuhi panggilan penyidik untuk diperiksa lanjutan sebagai tersangka hari ini Kamis, selain karena ada urusan penting juga karena ingin agar saksi yang meringankan dihadirkan terlebih dahulu.

“Karena kami minta supaya diselesaikan dulu yang terkait dengan Pasal 65 KUHAP itu, terkait menghadirkan saksi yang meringankan,” kata Ian kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/12/2023)

Ian menyebut pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan penundaan pemeriksaan kepada penyidik Polda Metro Jaya.

Menurut dia, kliennya tidak bisa hadir karena sedang ada kegiatan dan waktunya bersamaan dengan jadwal pemeriksaan hari ini.

“Kemarin kami sudah memberikan surat permohonan penundaan pemeriksaan langsung ke penyidik Polda,” kata Ian.

Ian juga memastikan bahwa kliennya masih berada di Indonesia, tidak akan melarikan diri karena sudah ada pencekalan dari penyidik. (Amin)