Temukan Tersangka Skandal Timah, Kejagung Kejar Keterangan Mantan Dirut Timah M. Riza Pahlevi Tabrani

Penetapan Tersangka Hitungan Hari ?
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Temukan tersangka Skandal Timah, Kejaksaan Agung kejar keterangan Mantan Dirut PT. Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT).

Namun, sampai pemeriksaan selesai di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung status Riza masih saksi dan tidak dicegah bepergian ke luar negeri.

Riza termasuk istimewa karena sempat dua kali dipercaya menjabat Dirut PT. Timah bersama anggota Direksi Muhammad Rizki (Direktur SDM).

Periode pertama, Riza dipercaya sebagai Dirut melalui RUPS pada Kamis (7/4/2016) dan periode kedua pada Kamis (6/4/2021). Dia menggantikan Sukrisno.

Sementara dugaan terjadinya tindak pidana pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah IUP di PT. Timah terjadi tahun 2015 – 2022.

Kapuspenkum Dr. Ketut enggan menanggapi khusus soal pemeriksaan MRPT dalam Skandal Timah dalam skandal dimaksud.

“Dia diperiksa guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan sekaligus membuat terang tindak pidana (temukan tersangka, Red), ” katanya diplomatis, Rabu (27/12).

Dalam keterangannya, tidak disinggung peran MRPT dalam sengkarut di PT. Timah TBK yang diduga merugikan negara ratusan miliar tersebut.

HITUNGAN HARI

Namun, dari berbagai informasi yang dihimpun pemeriksaan MRPT diduga adalah bagian upaya pamungkas Kejagung sebelum menetapkan tersangka yang hanya dalam hitungan hari.

Indikasi, mulai dilakukan penggeledahan hingga tiga kali dan diperiksanya sejumlah pihak terkait, termasuk pemilih Izin Usaha Pertambangan.

“Saya tidak menolak, tapi semua kembali kepada alat bukti, ” aku sebuah sumber secara terpisah.

Penggeledahan terakhir dilakukan pada Rabu (20/12) sampai Jumat (22/12) pada kantor dan rumah tinggal di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Salah satunya, Kantor PT. RBT.

Sebelumnya pada Rabu (6/12) disita 65 keping emas logam mulia seberat 1.062 gram dan uang tunai sebesar Rp 76,4 miliar.

Bersamaan dengan itu, disita pula dari kegiatan penggeledahan di sejumlah tempat, mata uang asing sebesar 1, 547 juta dolar AS dan 411. 400 dolar Singapura.

Lokasi penggeledahan, kantor PT.SB, CV. VIP, PT. SIP, PT. TIN, CV. BS, CV. MAL dan kediaman A di Kota Pangkalpinang dan TW di Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka.

Penggeledahan pertama dilakukan pada awal Oktober paska diterbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) di tiga tempat.

Tempat dimaksud, Rumah Tinggal di Jalan Toboali-Sadai, Kecamatan Toboali, di Jalan Raya Puput Sadai, Desa Keposang, Kecamatan Toboali dan di Jalan Jenderal Soedirman Toboali, Kecamatan Toboali. (ahi)