Dua Pejabat Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Riau Diperiksa, Perkuat Indikasi Keterlibatan Skandal Impor Gula?

Mantan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Kembali, dua Pejabat Bea dan Cukai (BC) dicecar Kejaksaan Agung guna temukan tersangka Skandal Impor Gula.

Pemeriksaan tersebut makin memunculkan dugaan adanya dugaan keterkaitan dan atau keterlibatan dalam perkara impor gula di Kemendag pada 2015 – 2023.

Namun, Kapuspenkum Ketut Sumedana dalam keterangannya hanya menyebutkan pemeriksaan dua Pejabat BC guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan tanpa memberikan alasan.

“Langkah tim penyidik tersebut adalah bagian membuat terang tindak pidana (temukan tersangka, Red, ” katanya, Rabu (17/1) malam.

Kedua Pejabat BC tersebut, adalah AY selalu Kepala Kanwil Ditjen BC tanpa disebutkan nama daerahnya dan DP (Kabid Penindakan dan Penyidikan pada Kanwil Ditjen BC Riau tahun 2021 – sekarang.

Sehari sebelumnya, sudah TI (Kasi Penindakan dan Penyidikan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Tipe Madya pabean B Pekanbaru, Riau) dan HMES (Kasi Pelayanan dan Kepabeanan dan Cukai V.

BUKAN YANG PERTAMA

Diperiksanya sejumlah Pejabat BC bukan pertama kali dilakukan oleh Kejagung, sebab jauh sebelum ini telah dilakukan terkait impor tekstil dari Cina, 2018 – 2020.

Hanya saja, saat itu peristiwanya terjadi di Batam, Kepulauan Riau. Empat Pejabat BC Batam dijadikan tersangka bersama pengusaha Irianto.

Bahkan, dalam perkara ini selain berhasil dibuktikan keterlibatan 4 Pejabat dan Irianto (Dirut PT. Flemings Indo Batam) juga diamini Mahkamah Agung soal kerugian perekonomian negara. Irianto dihukum membayar Rp 1, 6 triliun.

Seperti disampaikan Kapuspenkum Hari Setiyono pada Rabu (24/6/2020) keempat Pejabat BC Batam, Kepri adalah Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan KPU di Bea dan Cukai Batam (MM).

Lalu, Kepala Seksi Pabean dan Cukai di Bea dan Cukai Batam (DA), Kepala Seksi Pabean dan Cukai di Bea dan Cukai Batam (HAW) dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai di Bea dan Cukai Batam (KA) serta PT. FIB Flemings Indo Batam) inisial IR.

KEMENDAG

Pada bagian lain, Kejagung memeriksa ON diduga Oke Nirwan selaku Dirjen Perdagangan Dalam Negeri tahun 2017 – 2022.

Pemeriksaan ini menambah deretan panjang para Pejabat dan Mantan Pejabat Kemendag yang diperiksa guna menemukan tersangka perkara impor gula di Kemendag.

“Bisa saja disebut indikasi. Bisa pula untuk mempertajam alat bukti, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, Kamis (18/1).

Dia beralasan perkara ini terkait Policy yang patut diduga disalahgunakan guna kepentingan pribadi dan atau untuk orang lain.

“Jadi wajar saja, bila kemudian Kejagung memeriksa pejabat atau mantan pejabat eselon satu di Kemendag, ” pungkasnya.

Sebelum ini, telah diperiksaKaro Hukum Sri Hariyati pada Senin (9/10) dan Rabu (6/12) dan Wara Agustina Rukmini (Ketua Tim Barang Pertanian dan Peternakan Ditjen Impor.
Lainnya, Plt. Direktur Impor NE pada Senin (27/11) dan Direktur Impor Arif Sulistiyo pada Selasa (10/10). (ahi)

Teks Photo: Kantor Ditjen Bea dan Cukai Riau