Bawa Bom Molotov dan Petasan,10 Remaja Hendak Tawuran Digagalkan Polisi di Kota Tangerang

PORTALKRIMINAL.ID-TANGERANG : Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Tangerang Kota bersama Unit Reskrim Polsek Jatiuwung,  menggagalkan rencana 10 remaja diduga  hendak tawuran di wilayah Cibodas, Kota Tangerang,  Minggu (21/1/2024) dinihari. Polisi menyita petasan, bom molotov dan tiga sajam.

Kapolres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya,  Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, minggu dinihari tim patroli cipta kondisi (cipkon) dipimpin Kapolsek Jatiuwung,  Kompol Donni Bagus Wibisono, melaksanakan patroli rutinnya mendatangi tempat nongkrong dan membubarkan remaja- remaja yang belum kembali ke rumah. 

Namun menurut kapolres, sesuai sasaran patroli saat  tiba di satu  lapangan futsal di  Jalan Mangga Raya, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang, melihat sekelompok remaja. Curiga melihat gerak gerik mereka, para petugas pun menggeledahnya satu persatu.

Dijelaskan Zain, selanjutnya tim patroli melakukan penyisiran di sekitar area lapangan futsal. “Ternyata benar setelah personel kami dibantu anggota Pokdarkamtibmas dan tokoh warga,  belakangan menemukan tiga sajam, petasan dan bom molotov yang disembunyikan di dalam karpet,” ungkapnya.

Atas temuan tersebut, maka 10 orang remaja berikut barang bukti dua celurit ukuran sedang dan besar, satu samurai, dua petasan kembang api dan botol berisi bensin dengan penutup kain (bom molotov) dan sepeda motor  langsung diamankan ke Mapolsek Jatiuwung, untuk didata.

Dijelaskan kapolres, pihaknya sebelum mengamankan 10 remaja yang hendak tawuran terlebih dahulu patroli cyber instagram, facebook, tiktok (medsos,red) mengetahui ada akun bernama originale702 berasal kelompok remaja daerah Cibodas sedang berkumpul di depan Lapangan Futsal Mangga Raya, Jalan Mangga Raya, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang.

Zain menambahkan, para remaja itu masih dilakukan pemeriksaan dengan melibatkan Unit PPA Polres, Bapas anak dan P2TP2A, untuk menangani dan mendampingi. Termasuk polisi akan memanggil pihak orang tua dan sekolah. (Warto)