Jaksa Agung Minta Jajarannya Jaga Tata Krama, Adab dan Etika

Publik Sorot Minimnya Adab dan Etika
PORTALKRIMINAL.ID: Jaksa Agung ST. Burhanuddin kembali ingatkan para Jaksa untuk tetap menjaga tata Krama, adab dan etika ditengah era digitalisasi yang rentan viral.

“Jaga tata Krama, Adab dan Etika ditengah era (digital, Red) yang rentan viral, ” pinta Burhanudin, Senin (22/1).

Hal senada sempat disampaikan saat pelantikan para Jaksa belum lama ini di Badiklat Kejaksaan, Ragunan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Permintaan Jaksa Agung didengungkan lagi lantaran Jaksa kerap mendapat sorotan di masyarakat. Dimana setiap peristiwa dengan mudah diviralkan sehingga cara bertutur kata di ruang Publik.

Oleh karena itu, Burhanuddin ingatkan Jajaran Adhyaksa untuk memiliki kepekaan sosial dan empati karena berelasi dengan performance dan personality.

“Jika tidak, maka apapun perbuatan baik yang kita lakukan menjadi tidak bernilai, ” ujarnya.

Persoalan tata Krama, adab dan etika belakangan ini, khususnya dalam Tahun Politik sempat menjadi atensi Publik.

Publik memberi perhatian terhadap nilai dan norma tersebut karena sering ditemukan penyelenggaraan negara tanpa malu mendukung Paslon tertentu, tapi dengan menggunakan fasilitas negara.

MASA DATANG

Selain itu, Jaksa Agung minta Jajarannya untuk memiliki karakter yang baik sebab hal tersebut akan terbangun jaksa sebagai penegak hukum yang humanis.

“Jaksa sebagai penegak hukum yang humanis adalah cerminan jaksa masa kini dan masa mendatang. “

Selain itu, dia juga mengingatkan cara berpakaian dan penggunaannya sesuai seragam jaksa sehingga masyarakat bisa membedakan Jaksa dengan aparat lainnya.

“Begitu juga atribut termasuk penempatan dan penggunaan karena akan menambah performance, ” tuturnya.

FLEXING

Terakhir, Jaksa Agung minta Jajarannya tidak boleh memamerkan kekayaan yang biasa disebut Flexing dan tidak boleh mendatangi tempat hiburan malam.

Dia beralasan sejak lulus dan dilantik sebagai Jaksa, mereka sudah terikat dengan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Jaksa.

Antara lain perilaku yang dilarang, antara lain tidak boleh bertato, tidak boleh berjenggot, tidak boleh memakai pewarna rambut.

“Larangan itu melekat pada diri seorang Jaksa, ” tegasnya. (ahi)

Teks Photo: Jaksa Agung ST. Burhanuddin