Cari Tersangka Skandal IUP Kubar, Kaltim Tiga Kadis Pemkab Kubar Dicecar

Perkaya Diri, Rakyat Terpinggirkan
PORTALKRIMINAL.IDJAKARTA: Cari tersangka Skandal Penerbitan IUP di Kutai Barat (Kubar), Kaltim tiga Kadis di Pemkab Kubar dicecar.

Hanya saja, sampai pemeriksaan usai di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Kejaksaan Agung tidak ada perubahan status dan tidak dicegah ke luar negeri.

Kapuspenkum Ketut Sumedana hanya mengatakan pemeriksaan ini guna membuat terang tindak pidana yang terjadi (cari tersangka, Red).

“Upaya tersebut sekaligus memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan, ” kata Ketut, Senin (5/1) malam.

Ketiga Kadis (Kepala Dinas) Pemkab Kubar dimaksud, terdiri M (kini, Mantan Kadis Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Eks. Kadis Pertambangan).

Lainnya, AS diduga Ali Sadikin (Kadis Lingkungan Hidup) dan A diduga Abimael selaku Kasus Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

PERKAYA DIRI

Hingga kini, kasus posisi perkara baru IUP (Izin Usaha Pertambangan) di Kubar belum jelas.

Apakah murni perkara baru dan atau pengembangan perkara PT. Sendawar Jaya ?

Dalam perkara Sendawar Jaya telah menjerat Mantan Bupati Kubar dan Anggota DPR Ismail Thomas dan Mantan Kadis ESDM Pemprov Kaltim Christianus Benny sebagai tersangka, 2023.

Dari aneka informasi terhimpun, praktik penyalahgunaan IUP nyaring terdengar di Kubar. Tapi, sejauh ini baru kasus PT. Sendawar yang dipidanakan.

Dengan demikian siapa bakal dibidik masih menjadi tanda- tanya, namun satu hal pasti rakyat terpinggirkan dan nyaris tidak pernah mendapatkan Bansos seperti kasus di Jateng.

Sebaliknya, pemegang IUP dan Rekanan makin kaya ditengah pemiskinan secara struktur di hadapan mereka.

“Tragis memang. Rakyat yang hidup puluhan tahun hanya jadi penonton dan terdampak dari penyalahgunaan IUP ugal-ugalan, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, Selasa (6/2).

Oleh karena itu, dia dukung langkah Jampidsus Febrie Adriansyah untuk membongkar dan menuntaskan sampai ke akarnya.

“Terutama aktor intelektual yang bisa jarang tersentuh karena afiliasi dengan partai dan atau tokoh besar, ” akhirinya. (ahi)

Teks Photo: Gedung Kejaksaan Agung