Dr. Narendra Jatna Dilantik Kajati DKI, Skandal Tanah Rawamangun Menunggu untuk Dituntaskan

Jajaran Adhyaksa Hindari Politik Praktis
PORTALKRIMINALID-JAKARTA: Resmi sudah Dr. R. Narendra Jatna sebagai Kajati DKI Jakarta. Dua perkara menunggu untuk dituntaskan, yakni Skandal Tanah Rawamangun dan Perkara Pemerasan pada Setjen Kemenkumham yang Mangkrak sejak 2022 lalu.

Narendra dilantik Jaksa Agung ST. Burhanuddin menggantikan Dr. Reda Manthovani, pada Selasa (6/2) bersama Dr. Ketut Sumedana sebagai Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) Bali.

Dengan demikian kursi Kajati DKI Jakarta yang kosong sejak dipromosikan Reda Manthovani sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) pada Rabu (1/11/2023).

Narendra sebelum ini menjabat Kajati Bali. Ketut menjabat Kapuspenkum, namun diputuskan tetap menjabat selama belum ditunjuk Kapuspenkum baru.

“Mau tidak mau, kedua perkara tersebut harus dituntaskan. Artinya, jika cukup bukti limpahkan ke pengadilan dan sebaliknya, ” kata Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, Selasa (6/2) sore.

Di awal penyidikan pada 4 April 2022 cukup menjanjikan puluhan saksi diperiksa, diikuti penggeledahan dan penyitaan, tapi kemudian
jalan di tempat tanpa tersangka.

Hal sama pada perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi oleh Pejabat pada Setjen Kemenkumham. Sejak disidik pada Jumat (17/6/2022) perkara yang dilaporkan MAKI juga tanpa tersangka.

Iqbal tidak mau berspekulasi atas nasib kedua perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

“Kita tunggu saja langkah dari Kajati DKI Jakarta yang baru, ” sarannya dengan Wise.

Reda yang digantikan Narendra dipromosikan sebagai Jamintel) dan dilantik pada Rabu (1/11/2023) menggantikan Dr. Amir Yanto yang terkesan mendadak tanpa diberitahukan kepada Pers SK Presiden tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Eselon I.

Dia ditunjuk sebagai Kajati DKI Jakarta pada 18 Februari 2022 menggantikan Dr. Febrie Adriansyah yang kemudian dipromosi dan dilantik sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) pada 10 Januari 2022.

Reda dan Narendra bisa disebut Inner Circle Jaksa Agung.

Aneka jabatan yang pernah dijabat memaksa mereka dekat dengan Jaksa Agung, mulai Asisten Jaksa Agung, Karo Perencanaan dan Karo Perlengkapan pada Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin)

“Wajar kedekatan tersebut, bila merujuk aneka jabatan kedua pejabat tersebut, ” akhiri Iqbal.

POLITIK PRAKTIS

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga mengatakan pelantikan yang dilaksanakan menjelang Pemilu tanggal 14 Februari, adalah kebijakan yang telah diambil dengan memperhatikan akan kebutuhan satuan kerja organisasi.

Oleh karena itu, Jaksa Agung mengingatkan dan menekankan Netralitas ASN Kejaksaan adalah Harga Mati.

“Tidak ada ruang bagi Insan Adhyaksa untuk ikut-ikutan melakukan politik praktis, ” tegas Burhanuddin.

Secara khusus, dia mengingatkan untuk hindari penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang dapat mencoreng nama pribadi dan nama institusi.

“Sumpah serta janji jabatan yang Saudara ucapkan tadi, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh karena kelak akan Saudara pertanggung jawabkan di hadapan Sang Pencipta,” pungkas Jaksa Agung.

Hadir dalam acara ini, Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan, Para Staf Ahli Jaksa Agung, Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, serta Para Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung. (ahi)