Para Pejabat Bea Cukai Rame-rame Datangi Kejagung, Bukan Demo tapi Diperiksa Skandal Impor Gula

Incar Para Mendag yang Berseberangan ?
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Lima Pegawai Bea dan Cukai (BC) digarap Kejaksaan Agung guna menemukan tersangka Skandal Impor Gula di Kemendag, 2015 – 2023. Ada apa gerangan ?

Pertanyaan itu menyusul bergelombangnya Pegawai BC diperiksa dalam Skandal Impor Gula, namun demikian sampai kini tak kunjung ditetapkan tersangka sejak disidik Selasa (3/10/2023).

Bandingkan dengan Skandal Jual Beli Emas Antam yang hanya sebulan disidik sudah 2 tersangka ditetapkan atas nama Budi Said dan Abdul Hadi Avicena (GM Antam).

Perkara Importasi Gula ini senasib dengan perkara proyek fiktif di PT. Sigma Cipta Caraka (SCC) anak usaha PT. Graha Telkom Sigma anak usaha PT. Telkom (TLKM) jalan di tempat. Bahkan belakangan menghilang ?

Kapuspenkum Ketut Sumedana menjelaskan pemeriksaan Jajaran BC itu guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.

“Langkah tersebut bagian untuk membuat terang tindak pidana (guna menemukan tersangka, Red), ” katanya, Rabu (7/2) malam.

Dalam keterangannya, tidak dijelaskan peran mereka dalam Skandal Impor Gula, yang banyak pihak menilai upaya itu diduga untuk menekan para Mantan Mendag yang mendukung Capres Anies R. Baswedan ?

Mantan Mendag dimaksud, antara lain Rachmad Gobel dan Enggartiasto Lukito (Partai Nasdem) dan Agus Suparmanto (PKB).

“Tentu, ada pertimbangan mengapa Para Pejabat BC diperiksa. Begitu juga belum ditetapkan para tersangka, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, Kamis (8/2).

“Sebaiknya, kita tunggu saja, ” saran Iqbal dalam perbincangan Kamis sore.

DUMAI DAN SUMBAR

Kelima Pejabat BC terdiri tiga orang diperiksa pada Rabu (7/2) atas nama RR selaku Kepala Kantor Wilayah Ditjen BC Riau Sumbar, TPGS dan PS (Pegawai pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen BC).

Dua lainnya diperiksa pada Selasa (6/2) atas nama S (Pegawai Negeri Sipil pada Kantor BC Bea Cukai Dumai) dan FF (Kepala BC Dumai tahun 2018 -2022).

Pemeriksaan ini menambah deretan panjang daftar anak buah Menkeu Sri Mulyani diperiksa dalam Skandal Impor Gula.

Terakhir, pada Rabu (17/1) diperiksa AY ( Kepala Kanwil Ditjen BC tanpa disebutkan nama daerahnya) dan DP (Kabid Penindakan dan Penyidikan pada Kanwil Ditjen BC Riau tahun 2021 – sekarang).

Sehari sebelumnya, TI (Kasi Penindakan dan Penyidikan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Tipe Madya pabean B Pekanbaru, Riau) dan HMES (Kasi Pelayanan dan Kepabeanan dan Cukai V).

BUKAN HAL BARU

Keterlibatan Para Pejabat BC dalam pusaran korupsi bukan pertama kali ini.

Jauh sebelumnya, 4 Pejabat Kantor BC Batam dijadikan tersangka Impor Tekstil dari Cina, 27 April 2020 dan telah divonis bersalah.

Mereka, adalah Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan KPU di Kantor BC Batam (MM), Kasi Pabean dan Cukai di Kantor BC Batam (DA).

Dua lainnya, Kasih Pabean dan Cukai di Kantor BC Batam (HAW) dan Kasi Pabean dan Cukai di Kantor BC Batam. Serta Pengusaha Irianto selaku Direktur PT. FIB dan PT. Fleming Indo Batam.

Terakhir, Para Pejabat BC dijadikan tersangka dalam perkara penyalahgunaan kawasan berikat pada Pelabuhan Tanjung Emas (Mafia Pelabuhan), 2022.

Mereka terdiri, MRP selaku Kasi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Semarang dan juga selaku Penyidik PPNS Bea Cukai.

Berikutnya, IP selaku Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Semarang dan H (Kasih Intelijen Kanwil Bea dan Cukai Jawa Tengah). (ahi)

Teks Photo:Kantor Bea dan Cukai Dumai, Riau