Kejar Keterlibatan Pemilik PT. RBT di Skandal Timah, 3 Pegawai RBT Dicecar

Terafiliasi dengan AGN?
PORTALKRIMINAL. Id -JAKARTA: Kejar keterlibatan Pemilik PT. Refined Bangka Tin (RBT), tiga Pegawai RBT dicecar di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Kejaksaan Agung.

Namun, sampai pemeriksaan usai pada Selasa (27/3) belum ada Pemilik RBT yang dijerat dalam Skandal Timah yang diduga merugikan negara lebih dari Rp 271 triliun.

Dengan demikian, hingga kini baru Dirut RBT Suparta dan Direktur Pengembangan RBT Reza Andriansyah yang notabene pekerja yang dijadikan tersangka.

“Semua berproses. Dus, kita beri waktu tim penyidik bekerja, ” kata Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea saat dihubungi Rabu (28/2) sore.

Iqbal sepakat dalam konteks manajemen Direksi hanya menjalankan perintah Komisaris dan atau Pemilik Perusahaan.

Kendati begitu, dalam perspektif pidana yang dijerat adalah siapa yang melakukan.

“Apakah kedua tersangka menjalankan perintah pemilik usaha, proses penyidikan yang akan menentukan. “

Dia meyakini semua akan terbongkar pada waktunya dikaitkan profesionalitas dan pengalaman Kejagung bongkar aneka perkara besar.

Ketiga Pekerja RBT tersebut, terdiri atas
D, AS dan TIn. Diketahui, RBT memiliki pabrik Timah di Kabupaten Bangka dekat pesisir Laut Bangka.

“Yakinilah, ini soal waktu, ” akhirinya.

Sebelum ini, Publik sempat mengkritisi penanganan perkara RBT dikaitkan dengan CV. Venus Inti Perkasa (VIP) dimana Pemilik CV. VIP Thamron Tamsil alias Aon justru dijadikan tersangka atas dugaan menerima keuntungan paling besar atas tambang timah ilegal.

Kedua perusahaan ini bagian 5 Smelter yang terlibat kerjasama bermasalah dengan PT. Timah. Lainnya, PT. Stanindo Inti Perkasa, PT. Sariwiguna Bina Sentoso dan PT. Tinindo Inter Nusa.

Suparta dan Reza adalah bagian dari 13 tersangka yang ditetapkan Kejagung dalam perkara pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT Timah Tbk alias Skandal Timah tahun 2015- 2022,

AFILIASI DENGAN AGN ?

Secara terpisah, turut diperiksa DHW selalu Dirut CV. Aldo Arta Sanjaya yang tercatat sebagai perusahaan mitra PT. Timah.

Perusahaan ini ditunjuk dan sudah mengantongi SPK untuk Jasa Borongan Pengangkutan SHP dari PT. Timah untuk melakukan pembayaran kompensasi biji timah kepada penambang, bila mereka menambang tanpa izin di lokasi IUP PT . Timah di Teluk Kelabat Dalam.

Belum diketahui, apakah perusahaan ini
terafiliasi dengan AGN, pemilik RBT yang kemudian diambil-alih sejumlah pengusaha Bangka sekitar 2016 setelah sempat terlibat bisnis timah sejak 2007 ?

Bersamaan dengan itu, turut diperiksa tiga Komisaris CV. Aldo Atha Andara atas nama H alias KH, IS dan FL. Tidak diketahui keterkaitan CV ini dalam Skandal Timah.

Kapuspenkum Ketut Sumedana hanya menjelaskan mereka diperiksa guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.

“Langkah tersebut sekaligus untuk membuat terang tindak pidana (temukan tersangka baru, Red), ” jelasnya, Selasa (27/2).

Terakhir, turut diperiksa SBD (Ketua Tim Internal Audit Review Kerja Sama PT. Timah Tbk dengan smelter swasta). (ahi)