Lagi, Jajaran PT. RBT Dicecar Skandal Timah Perdalam Keterlibatan Pemilik RBT

Pemeriksaan Dilakukan untuk Kedua kali
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Periksa kembali Jajaran PT. Refined Bangka Tin (RBT), namun tak kunjung Pemilik atau Penerima Manfaat dari PT. RBT dan 3 Smelter lain dijadikan tersangka
.

Sejak disidik awal Oktober 2023 baru Thamron Tansil alias Aon (Pemilik CV. Venus Inti Perkasa) dijadikan tersangka.

CV ini salah satu dari 5 Smelter yang terlibat kerjasama bermasalah dengan PT. Timah Tbk sejak 2018 yang berakibat menimbulkan kerugian negara hingga Rp 271 triliun belum termasuk kerugian sosial akibat keberadaan tambang timah ilegal di seantero Bangka.

Kapuspenkum Ketut Sumedana tidak menjelaskan spesifik diperiksanya lagi Jajaran RBT dalam Mega Skandal Korupsi di era- Pemerintahan Jokowi.

Dalam keterangannya, Ketut yang juga menjabat Kajati Bali hanya mengatakan pemeriksaan guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.

“Langkah ini sekaligus untuk membuat terang tindak pidana (temukan tersangka baru, Red), ” ujarnya Kamis (29/2) malam.

Jajaran RBT yang diperiksa adalah D yang pernah diperiksa pertama kali pada Selasa (27/2) bersama AS dan TIn.
Dalam Skandal ini baru pekerja RBT yang ditetapkan tersangka atas nama Suparta (Dirut)dan Reza Andriansyah (Direktur).

Secara terpisah, ikut diperiksa HL yang disebutkan sebagai unsur Swasta, tapi tidak disebutkan identitas lebih rinci, sebagai pengusaha atau makelar ?

TINDAK-LANJUT ?

Pemeriksaan ini diduga menindak-lanjuti statement Direktur Penyidikan pada Jampidsus, Kejaksaan Agung Kuntadi pada Senin (26/2) yang menyatakan pihaknya akan mendalami keterlibatan penerima manfaat (pemilik, Red).

“Sulit untuk menepis dugaan tersebut, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal Daud Hutapea dalam perbincangan Jumat (1/3) sore.

Menurut dia, langkah yang diambil Kejaksaan Agung sudah tepat dan patut diapresiasi menjawab tanda-tanya di ruang Publik lantaran hanya pekerja yang dipidanakan.

Namun demikian, dia minta Publik untuk tidak terus mendesak dan seketika menjadikan penerima manfaat (pemilik Smelter, Red) ditetapkan tersangka.

“Semua ada SOP-nya. Bila sudah ada fakta hukum alias alat bukti, pasti dijadikan tersangka, ” akhirinya seraya desak Publik untuk mendukung langkah Kejagung. (ahi)

Teks Photo: Kantor PT. RBT di dekat pesisir laut Kabupaten Bangka