Tiga Kepala Kantor Bea dan Cukai Diperiksa, Indikasi Keterlibatan Skandal Gula di Kemendag Menguat?

Kembali, Koordinator Hangar SMIP Diperiksa
PORTALK IMINAL.ID – JAKARTA: Tiga Kepala Kantor Bea dan Cukai dicecar guna temukan tersangka Skandal Gula di Kementerian Perdagangan (Kemendag) 2015 – 2023 yang ditaksir merugikan negara triliunan rupiah.

Pemeriksaan yang kesekian kali terhadap Jajaran Bea dan Cukai (BC) oleh Kejaksaan Agung mengindikasikan keterlibatan mereka dalam impor gula, terutama wilayah Riau dan Dumai ?

Jauh sebelum ini, sejumlah Pejabat BC Batam sudah sempat dijadikan tersangka impor tekstil dari Cina serta Pejabat BC Pelabuhan Tanjung Emas terkaitafia Pelabuhan.

“Semua itu adalah fakta. Sekarang bagaimana mendorong Kejagung agar segera tetapkan tersangka. Paling tidak, mencegah para pihak yang diduga kuat terlibat, ” kata Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, Kamis (7/4).

Iqbal beralasan menyidik Jajaran BC juga bukan hal baru. Bahkan, sudah lama dilakukan pada kasus Dhana Widyatmika dan dan kawan-kawan.

“Artinya apa ? Bagi Kejagung menjadikan mereka tersangka bukan hal baru, tentu sepanjang disertai alat bukti, ” pungkasnya seraya tetap meminta untuk menjunjung asas praduga tidak bersalah.

Ketiga Kepala Kantor BC tersebut, adalah RZ selaku Kepala Kantor BC Batam, EL (Kepala Kantor Sabang) dan GPH (Kepala Kantor BC Dumai).

Sehari sebelumnya, diperiksa M (Kasi Perizinan dan Fasilitas II Kanwil Ditjen BC (DJBC) Riau tahun 2019, RR (Kepala Kanwil DJBC Riau Juni 2019-Juli 2021).

Berikutnya, H (Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Riau) dan GK (Plh.
Kepala KPPBC TMP B Dumai D September 2019.

SMIP

Secara terpisah, ABP selaku Koordinator Hangar pada Kawasan Berikat PT SMIP kembali diperiksa untuk kedua kalinya, setelah yang pertama dilakukan, Senin (4/3).

Perusahaan ini sempat mencuat ke permukaan saat Eks. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto secara tersirat menyebut SMIP diduga terkait penyelundupan gula pada Jumat (8/12/2023) di KPK.

“(Seperti saksi lainnya, Red) mereka diperiksa dalam upaya memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan sekaligus membuat terang tindak pidana (cari tersangka baru, Red), ” jelas Kapuspenkum Ketut Sumedana, Rabu (6/3) malam.

Hanya dalam keterangan, tidak diurai alasan diperiksanya kembali ABP.

SMIP memiliki pabrik gula terintegrasi dengan kebun tebu di daerah perbatasan antara Pulau Rupat dan Dumai, Riau, yang berkapasitas 6.000 ton cane per day (TCD).

Dugaan itu diperkuat pengakuan Eko Darmanto di KPK. Dia menyebutkan kasus penyelundupan gula yang diduga melibatkan PT. SMIP dan merugikan negara hingga Rp 1, 2 triliun terjadi di Dumai Riau.

SMIP adalah perusahaan penerima fasilitas impor gula oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan juga perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat dari Ditjen BC.

Dari aneka informasi terhimpun, kasus tersebut terjadi pada tahun 2022-2023. Saat itu, SMIP mengimpor 8, 6 juta Kg gula dari Malaysia, Singapura dan India.

Modusnya, menggunakan dokumen ‘aspal’. (ahi)